Pemuka Agama Buddha Berdiskusi Mengenai Perkembangan Penghapusan SenjataNuklir, dan Membangun Budaya Hak Asasi Manusia Secara Global

AsiaNet 43016

TOKYO, 26 Januari /Kyodo JBN-AsiaNet/ — Dalam proposal yang dirilis pada
26 Januari, “Menuju Sebuah Dunia yang Memiliki Persamaan untuk Semua:
Keberhasilan dari Kehidupan yang Kreatif,” President Soka Gakkai International
(SGI) Daisaku Ikeda meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan
dua tantangan kunci saat ini: menghapuskan senjata nuklir dan membangun sebuah
budaya global untuk hak asasi manusia.

Sementara isu-isu ini terus menakutkan masyarakat dalam skala dan
kompleksitasnya, Ikeda mengungkapkan kesetiannya sebagai seorang pemuka agama
Buddha, dalam kapasitas manusia untuk bertemu dan bahkan mengatasi tantangan
yang tidak bisa ditanggulangi.

Mengenai penghapusan nuklir, Ikeda mengeksplorasi tindakan yang dapat
membuat penduduk dunia melakukan: 1) mendirikan struktur dalam menyatakan
kepemilikan senjata nuklir akan bergerak cepat ke arah pelucutan senjata; 2)
mencegah lebih lanjut perkembangan senjata nuklir atau modernisasi; dan 3)
mencabut perlindungan hukum secara menyeluruh untuk senjata tidak manusiawi ini
melalui Konvensi Senjata Nuklir (NWC).

Hingga saat ini, ia menyatakan dukungan untuk Sekretaris-Jenderal PBB Ban
Ki-moon dalam penyelenggaraan pertemuan puncak Dewan Keamanan PBB yang membahas
mengenai pelucutan senjata nuklir. Ikeda mengusulkan negara-negara yang telah
melepaskan senjata nuklir diharapkan menjadi peserta reguler, dan para
spesialis dan perwakilan LSM juga menghadiri pertemuan puncak tersebut. Ia
menyarankan Hiroshima dan Nagasaki menjadi tuan rumah Konferensi Tinjauan
Non-Proliferasi Nuklir (NPT) tahun 2015 dan pertemuan itu seharusnya menjadi
puncak konferensi penghapusan nuklir.

Untuk mendorong perjanjian yang komprehensif mengenai larangan percobaan
nuklir (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty [CTBT]) untuk masuk ke arah
pembentukan kekuatan, Ikeda melakukan serangakaian pertemuan bilateral,
regional dan multilateral yang diprakarsai kelompok-kelompok negara, seperti
Mesir, Israel dan Iran, yang saling berkomitmen untuk melaksanakan perjanjian
itu. Sebuah pengaturan yang didasari atas kesepakatan dari hasil pembicaraan
enam pihak yang akan digunakan untuk pelucutan senjata nuklir di Asia Timur
Laut.

Ikeda menegaskan kembali dukungan sepenuhnya untuk NWC. Ia menekankan
bahwa konvensi semacam ini dapat menghadirkan kembali transformasi kualitatif
dari hukum internasional yang tradisional – negosiasi yang dilakukan antara
pemerintah – menuju bentuk hukum yang digerakan oleh otoritas tertinggi dari
desakan yang dilakukan masyarakat dunia.

Sehubungan dengan pendidikan hak asasi manusia, Ikeda menekankan bahwa hak
asasi manusia ditetapkan bukan dari perjanjian atau undang-undang, tapi berasal
dari usaha orang biasa yang memperbaiki ketidakadilan yang mereka alami atau
saksikan di lingkungan sekitarnya. Ini artinya membuat sensitivitas pada hak
asasi manusia – bagi kita dan orang lain – menjadi bagian dari “kebudayaan hak
asasi manusia.”

Ikeda menunjukan dukungannya pada usaha yang dilakuakan oleh PBB, untuk
mempromosikan pendidikan hak asasi manusia, dan untuk itu ia mengusulkan
pembentukan badan konsultatif baru di sistem PBB. Ia menekankan perlunya
deklarasi yang dilakukan PBB untuk Pendidikan Hak Asasi Manusia dan Pelatihan,
saat ini sedang diselesaikan dan digambarkan mengenai inisiatif dukungan SGI
pada proses ini, seperti melakukan pengembangan DVD dan alat-alat lain untuk
mendukung pendidikan hak asasi manusia. Ia juga menyerukan agama di dunia untuk
terlibat dalam dialog antar agama pada mempromosikan pendidikan hak asasi
manusia.

Daisaku Ikeda adalah presiden Soka Gakkai International (SGI) yang
merupakan asosiasi umat Buddha yang memiliki 12 juta anggota di seluruh dunia,
yang berdedikasi untuk menyebarkan perdamaian, budaya dan pendidikan. Ia telah
mengeluarkan proposal perdamaian tahunan pada 26 Januari setiap tahunnya sejak
1983, untuk memperingati pendirian SGI, menawarkan saran konkret untuk
memecahkan masalah global, yang didasari filosofi humanisme Buddha.

Sumber: Soka Gakkai International

Kontak:
Joan Anderson
Kantor Penerangan Publik
Soka Gakkai International
Tel: +81-80-5957-4711
Fax: +81-3-5360-9885
E-mail: janderson[at]sgi.gr.jp

Buddhist Leader Calls for Progress on Abolition of Nuclear Weapons, Building Global Human Rights Culture

     TOKYO, Jan. 26 /Kyodo JBN-AsiaNet/ — In a proposal released on Jan. 26, “Toward a World of Dignity for All: The Triumph of the Creative Life,” Soka Gakkai International (SGI) President Daisaku Ikeda calls for global civil society to take the lead in resolving two key challenges of our time: abolishing nuclear weapons and building a global culture of human rights.

     While these issues are daunting in scale and complexity, Ikeda expresses his faith, as a Buddhist, in the human capacity to meet and overcome even seemingly insurmountable challenges.

     Regarding nuclear abolition, he explores actions that the world’s people can initiate to: 1) establish the structures within which states possessing nuclear weapons will move rapidly toward disarmament; 2) forestall further nuclear weapons development or modernization; and 3) comprehensively outlaw these inhumane weapons through a Nuclear Weapons Convention (NWC).

     To this end, he expresses support for United Nations Secretary-General Ban Ki-moon’s call for the regular holding of UN Security Council summits on nuclear disarmament. Ikeda proposes that states that have relinquished nuclear weapons be regular participants, and that specialists and NGO representatives also address the summits. He suggests that Hiroshima and Nagasaki host the 2015 Nuclear Non-proliferation Treaty (NPT) Review Conference, and that it should serve as a nuclear abolition summit.

     To move the Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty (CTBT) toward entry into force, Ikeda calls for a series of bilateral, regional and multilateral initiatives by which groups of states, such as Egypt, Israel and Iran, would mutually commit to ratify the treaty. A similar arrangement based on the Six-Party Talks could be used to bring about the denuclearization of the Northeast Asia.

     Ikeda reiterates his strong support for an NWC. He stresses that such a convention could represent a qualitative transformation from traditional international law–negotiated solely among governments–to a form of law that derives its ultimate authority from the expressed will of the world’s peoples.

     Regarding human rights education, Ikeda notes that human rights are not brought into existence by treaties or laws, but through the efforts of ordinary people to correct the injustices they experience or see in the world around them. This means making sensitivity to human rights–our own and others’–a part of a “culture of human rights.”

     Ikeda expresses his support for efforts, centered on the UN, to promote human rights education, and to this end proposes the establishment of new consultative bodies within the UN system. He stresses the importance of the UN Declaration on Human Rights Education and Training currently being finalized and describes SGI’s initiatives to support this process, such as the development of DVDs and other tools for human rights education.  

     He also calls for the world’s religions to engage in interfaith dialogue on promoting human rights education.

     Daisaku Ikeda is president of the Soka Gakkai International (SGI) Buddhist association which has 12 million members around the world committed to the promotion of peace, culture and education. He has issued annual peace proposals on January 26 every year since 1983, to commemorate the founding of SGI, offering concrete suggestions for resolution of global issues, based on his philosophy of Buddhist humanism.

     Source: Soka Gakkai International

     Contact:
     Joan Anderson
     Office of Public Information
     Soka Gakkai International
     Tel: +81-80-5957-4711
     Fax: +81-3-5360-9885
     E-mail: janderson[at]sgi.gr.jp