Upaya Seluruh Dunia Diluncurkan untuk Mengidentifikasi Milik Pribadi Yahudiyang Disita oleh Nazi

AsiaNet 43406

YERUSALEM, 23 Feb. 2011 /PRNewswire-AsiaNet/ —

Holocaust Era Asset Restitution Taskforce – Project HEART

Sebuah proyek ganti rugi era Holocaust baru hari ini diumumkan untuk
mengidentifikasi para korban yang aset-asetnya disita oleh Nazi.

(Foto: http://photos.prnewswire.com/prnh/20110223/CG51872-a)
(Logo: http://photos.prnewswire.com/prnh/20110223/CG51872LOGO-f)

Inisiatif Jewish Agency for Israel (JAFI), dengan dukungan dari Pemerintah
Israel, Holocaust Era Asset Restitution Taskforce – Project HEART – bertujuan
untuk menyediakan alat, strategi, dan informasi untuk memungkinkan Pemerintah
Israel, proyek tersebut, dan mitra-mitranya untuk membawa sedikit keadilan
kepada ahli waris yang berhak orang-orang Yahudi yang menjadi korban, para
korban itu sendiri, dan orang Yahudi.

Pada tahap awal ini, Project HEART berfokus pada mengidentifikasi individu
dengan klaim potensial tentang jenis-jenis milik pribadi berikut ini di mana
tidak ada ganti rugi yang diterima setelah era Holocaust: (1) milik pribadi
yang terletak di negara-negara yang dikuasai pasukan Nazi atau kekuatan Poros
kapan saja selama masa Holocaust; dan (2) milik pribadi orang-orang Yahudi
seperti yang ditetapkan oleh undang-undang Nazi/Poros, dan (3) milik pribadi
yang disita, dijarah, atau dijual paksa oleh pasukan Nazi atau kekuatan Poros
selama era Holocaust.

“Banyak korban Holocaust kembali ke rumah mereka untuk menemukan bahwa
mereka tidak mampu mendapatkan kembali milik mereka sendiri,” kata Natan
Sharansky, Ketua Jewish Agency for Israel. “Project HEART adalah program
menyeluruh umum yang diluncurkan untuk mengumpulkan informasi dengan tujuan
akhir menerima ganti rugi atas harta benda yang dijarah, dicuri, atau dijual
paksa selama Holocaust.”

Korban Holocaust Yahudi dan ahli warisnya di seluruh dunia yang
keluarganya memiliki kekayaan pribadi bergerak, tak bergerak, atau tak berwujud
yang disita, dijarah, atau dijual paksa di negara-negara yang diatur atau
diduduki oleh pasukan Nazi atau kekuatan Poros pada masa Holocaust memenuhi
syarat. Satu-satunya batasan permohonan adalah jika ganti rugi tersebut telah
dibuat untuk seorang korban atau ahli waris korban atas kekayaan itu setelah
era Holocaust; kemudian mereka tidak memenuhi syarat untuk ganti rugi lebih
lanjut sehubungan dengan kekayaan itu.

“Tidak perlu memiliki bukti kepemilikan harta benda untuk dapat memenuhi
syarat guna mengajukan permohonan. Jika orang percaya mereka memiliki atau
merupakan penerima manfaat kekayaan tersebut, mereka harus mengisi kuesioner,”
ujar Anya Verkhovskaya, Direktur Proyek.

Kekayaan yang memenuhi syarat untuk Project HEART termasuk milik pribadi
dari semua jenis:

(1) AKTIVA TAK BERGERAK, suatu aset yang tidak dapat dipindahkan tanpa
merusak atau mengubahnya. Ini termasuk real estate seperti tanah yang
dikembangkan, termasuk bangunan di atasnya, dan tanah tanpa bangunan.

(2) AKTIVA BERGERAK, setiap harta benda yang dapat dipindahkan dari satu
lokasi ke lokasi lain. Ini dapat termasuk seni, Judaica, ternak, alat
profesional, logam mulia, batu mulia, perhiasan, dan harta bergerak lainnya.

(3) AKTIVA PRIBADI TAK BERWUJUD, milik pribadi yang tidak dapat
benar-benar dipindahkan, disentuh, atau dirasakan namun bukan merupakan sesuatu
yang bernilai. Ini dapat meliputi surat-surat berharga seperti saham, obligasi,
polis asuransi, tabungan, hak paten terdaftar, kebijakan mas kawin, dan harta
benda pribadi tak berwujud lainnya. Ini juga termasuk aset-hutang negatif dan
kewajiban terutang kepada individu-seperti pinjaman dan hipotek.

“Karena kerugian tak terukur yang dilakukan terhadap orang-orang dan
masyarakat Yahudi sejak harta benda mereka disita, Project HEART dibentuk
sebagai sebuah inisiatif untuk menjangkau orang-orang yang penderitaannya tak
pernah dapat kita bayangkan, tapi yang dapat kita bantu dalam proses
pengumpulan data, yang semoga dan akhirnya akan membantu mereka dalam
memperoleh kembali apa yang menjadi hak mereka,” kata Bobby Brown dari JAFI.
“Langkah-langkah yang sudah terlambat, namun penting untuk memperbaiki sebagian
kesalahan mengerikan yang dilakukan selama masa Holocaust sehubungan dengan
ganti rugi aset kini sedang diambil dengan Project HEART.”

Proses kelayakan sederhana telah ditetapkan. Untuk berpartisipasi, orang
hanya perlu mengisi Kuesioner yang dapat ditemukan di
http://www.heartwebsite.org website.

Kuesioner akan diproses berdasarkan perjanjian dengan pemerintah atau
otorita terkait dalam upaya mereka mencapai ganti rugi.

Hubungi Anya Verkhovskaya, Direktur Project HEART, di
press@heartwebsite.org atau +1-414-961-7417 atau kunjungi
http://www.heartwebsite.org untuk informasi lebih lanjut.

SUMBER: Holocaust Era Asset Restitution Taskforce – Project HEART

KONTAK: Anya Verkhovskaya
Direktur Project HEART
+1-414-961-7417
press@heartwebsite.org

Worldwide Effort Launched to Identify Jewish Personal Property Confiscated by Nazis

JERUSALEM, Feb. 23, 2011 /PRNewswire-AsiaNet/ —

Holocaust Era Asset Restitution Taskforce – Project HEART

   A new Holocaust era restitution project was announced today to identify the victims whose assets were confiscated by the Nazis.

   (Photo:  http://photos.prnewswire.com/prnh/20110223/CG51872-a)
   (Logo:  http://photos.prnewswire.com/prnh/20110223/CG51872LOGO-f)

   An initiative of the Jewish Agency for Israel (JAFI), with the support of the Government of Israel, Holocaust Era Asset Restitution Taskforce – Project HEART – aims to provide the tools, strategy, and information to enable the Government of Israel, the project, and its partners to bring about a small measure of justice to eligible heirs of Jewish victims, the victims themselves, and the Jewish people.

   At this initial stage, Project HEART is focusing on identifying individuals with potential claims regarding the following types of private property for which no restitution was received after the Holocaust era: (1) private property that was located in countries that were controlled by the Nazi forces or Axis powers at any time during the Holocaust era; and (2) private property that belonged to Jewish persons as defined by Nazi/Axis racial laws; and (3) private property that was confiscated, looted, or forcibly sold by the Nazi forces or Axis powers during the Holocaust era.

   “Many victims of the Holocaust returned to their homes to find that they had no ability to recover their own property,” said Natan Sharansky, Jewish Agency for Israel’s Chairman. “Project HEART is a general comprehensive program that is launched to gather information with the eventual purpose of receiving compensation for property looted, stolen, or forcibly sold during the Holocaust.”

   Jewish Holocaust victims and their heirs worldwide whose families owned movable, immovable, or intangible personal property that was confiscated, looted, or forcibly sold in countries governed or occupied by the Nazi forces or Axis powers during the Holocaust era are eligible. The only limitation for application is if restitution has been made to a victim or the victim’s heirs for that property after the Holocaust era; then they are not eligible for further restitution in connection with that property.

   “It is not necessary to have evidence of property ownership to be eligible to apply. If individuals believe they owned or were beneficiaries of such property, they should fill out the Questionnaire,” stated Anya Verkhovskaya, Project Director.

   Eligible properties for Project HEART include private properties of all kinds:

   (1)  IMMOVABLE PROPERTY, an item of property that cannot be moved without destroying or altering it. This includes items of real estate such as developed land, including any buildings on it, and land without buildings.

   (2)  MOVABLE PROPERTY, any property that can be moved from one location to another. This may include art, Judaica, livestock, professional tools, precious metals, precious stones, jewelry, and other movable property.

   (3)  INTANGIBLE PERSONAL PROPERTY, personal property that cannot actually be moved, touched, or felt but instead represents something of value. This may include negotiable instruments such as stocks, bonds, insurance policies, savings accounts, registered patents, dowry policies, and other intangible personal property. It may also include negative assets-debts and liabilities owed to the individual-such as outstanding loans and mortgages.

   “Because of the immeasurable damage that was done to Jewish individuals and communities from the time their property was confiscated, Project HEART was put together as an initiative to reach out to those whose pain we can never imagine, but whom we can assist in the process of gathering data, which will hopefully and ultimately aid them in retrieving what is rightfully theirs,” said Bobby Brown of JAFI. “Belated, yet vital steps to partially redress the terrible wrongdoing committed during the Holocaust era in relation to asset restitution are now being taken with Project HEART.”

   A simple eligibility process has been established. To participate, individuals only need to fill out the Questionnaire that may be found on the website http://www.heartwebsite.org.

   Questionnaires will be processed based on agreements with relevant governments or authorities in their efforts to achieve restitution.

   Contact: Anya Verkhovskaya, Project HEART Director, at press@heartwebsite.org or +1-414-961-7417 or visit http://www.heartwebsite.org for more information.

   SOURCE:  Holocaust Era Asset Restitution Taskforce – Project HEART

   CONTACT: Anya Verkhovskaya,
            Project HEART Director,
            +1-414-961-7417,
            press@heartwebsite.org