Procoralan(R) Secara Signifikan Memperbaiki Kualitas Hidup Sekaligus ‘Survival’ Pada Pasien Gagal Jantung Kronis

AsiaNet 44636

GOTHENBURG, Swedia, 22 Mei, /PRNewswire-AsiaNet/ —

     Hasil analisis baru dari studi morbi-mortalitas terbesar yang pernah ada
untuk pengobatan gagal jantung kronis menunjukkan bahwa agen yang menurunkan
denyut jantung Procoralan (R) (ivabradine) secara signifikan memperbaiki
kesehatan yang berhubungan dengan kualitas hidup. [1] Data baru dari SHIFT
(Systolic Heart Failure Treatment with the If Inhibitor Ivabradine Trial, yang
dipresentasikan untuk pertama kalinya hari ini di Heart Failure Congress 2011,
sangatlah penting karena kualitas hidup sangat terganggu pada pasien dengan
gagal jantung kongestif.
 
     “Memperbaiki ‘survival’ dan mengurangi penderitaan pasien adalah tujuan
utama dalam mengelola pasien gagal jantung,” kata co-chairman SHIFT, Professor
Karl Swedberg dari Universitas Gothenburg. “Tetapi, pengobatan gagal jantung
yang sekarang diresepkan untuk memperpanjang hidup seperti beta-blockers secara
sederhana hanya mampu memperbaiki kualitas hidup pasien gagal jantung,
sedangkan terapi seperti diuretik yang secara signifikan memperbaiki kualitas
hidup tidak dapat menunjukkan efeknya pada ‘survival’. Kami membutuhkan terapi
baru seperti ivabradine yang memperbaiki kualitas hidup dan ‘survival’.”

     Studi kualitas hidup, SHIFT yang melibatkan 1944 pasien dengan gagal
jantung kronis dari 24 negara yang secara acak menerima Procoralan(R) atau
plasebo diatas standar terapi gagal jantung. Kesehatan yang berhubungan dengan
kualitas hidup telah diteliti selama dua tahun menggunakan Kansas City
Cardiomyopathy Questionnaire (KCCQ), yang sudah di validasi, penyakit spesifik
diukur berdasarkan status fungsional dan kualitas hidup. [2] KCCQ merupakan
kuesioner yang dikelola sendiri, menunjukkan berbagai macam aspek kuantitas
kehidupan sehari-hari seperti keterbatasan fisik, gejala, percaya diri,
gangguan sosial pada pasien gagal jantung kronis.
 
     Sebuah perbaikan terlihat pada kelompok Procoralan(R). Pada analisis
khusus yang mengeluarkan pasien yang meninggal, peningkatannya, pada clinical
summary score (CSS) dilaporkan lebih banyak pada gejala-gejala klinis sedangkan
overall summary score (OSS)yang memasukkan aspek klinis dan sosial, hingga dua
kali lebih banyak pada kelompok Procoralan.   

     Hasil studi terbaru itu melengkapi penemuan utama dari studi SHIFT yang
menunjukkan bahwa Procoralan(R) mengurangi resiko rawat inap karena perburukkan
gagal jantung yang dengan lebih dari seperempat pasien (26%, p<0.0001) dan
kemungkinan meninggal dari gagal jantung dengan jumlah yang sama (26% p=0.014).
Meskipun faktanya pasien sudah diobati dengan baik, manfaat ini sudah dapat
dilihat hanya dalam waktu tiga bulan pengobatan dengan Procoralan.
 
     Gagal jantung kronis memberi dampak pada 15 juta pasien di Eropa (2%
hingga 3% dari seluruh populasi). Hal ini sangat mengganggu kemampuan jantung
untuk memompa secara efektif dan mengatur sirkulasi yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan tubuh. Gagal jantung memiliki dampak besar pada prognosis dan gaya
hidup dari pasien dan itu merupakan masalah kesehatan utama dan beban ekonomi.
Gagal jantung juga memberi dampak pada seluruh aspek kehidupan pasien, terutama
pada mobilitas dan rutinitas seperti pekerjaan di rumah dan aktivitas sosial
mereka. Sangat menyedihkan, setengah dari seluruh pasien gagal jantung
meninggal dalam kurun waktu satu tahun.
 
     Jika dibandingan dengan penyakit kronis lainnya, pasien gagal jantung
kronis menunjukkan pola yang sama dalam penurunan kualitas hidup seperti pada
pasien hemodialisis kronis, depresi dan hepatitis. [3]
 
     Seiring dengan kemajuan terapi yang mampu meningkatkan umur pasien gagal
jantung, sangatlah penting bahwa pasien-pasien ini mampu melakukan kegiatan
sehari-hari dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
 
     “Hasil terbaru pada kualitas hidup ini lebih menguatkan hasil utama SHIFT
yang menyarankan suatu kebutuhan untuk mempertimbangkan menurunkan denyut
jantung dengan ivabradine pada pasien gagal jantung dengan ritme sinus dan
denyut jantung di atas 70bpm,” kata Professor Michel Komajda, co-chairman SHIFT
Executive Committee.
 
     *Berdasarkan pada negara, ivabradine tersedia sebagai Procoralan(R),
Coralan(R), Coraxan(R), atau Corlentor(R)

     Referensi:
     [1] Ekman I  Ivabradine is associated with improved health related quality
of life.  Results from SHIFT. Presented orally at a late breaking trial session
of the Heart Failure Congress 2011

     [2] Green CP, Porter CB, Bresnahan DR, Spertus JA.  Development and
evaluation of the Kansas City Cardiomyopathy Questionnaire: a new health status
measure for heart failure. J. Am. Coll. Cardiol. 2000;35;1245-1255

     [3] Juenger J, et al. Health related quality of life in patients with
congestive heart failure: comparison with other chronic diseases and relation
to functional variables. Heart. 2002;87:235-241

     SUMBER: Servier

Procoralan(R) Significantly Improves Quality of Life as Well as Survival in Chronic Heart Failure Patients 
    
GOTHENBURG, Sweden, May 22, /PRNewswire-AsiaNet/ —
  
     Results of a new analysis from the largest-ever morbi-mortality study of treatments for chronic heart failure show that the heart rate lowering agent Procoralan(R) (ivabradine) significantly improves health related quality of life.[1] The new data from SHIFT (Systolic Heart Failure Treatment with the If Inhibitor Ivabradine Trial), presented for the first time today at the Heart Failure Congress 2011, are particularly important as quality of life is greatly impaired in patients with congestive heart failure.

     “Improving survival and alleviating patient suffering are the major goals in the management of heart failure patients”, points out SHIFT co-chairman Professor Karl Swedberg from the University of Gothenburg. “However, currently prescribed heart failure treatments that prolong life such as beta-blockers only improve quality of life for heart failure patients modestly, if at all, while therapies such as diuretics that significantly improve quality of life have no demonstrable effect on survival. We need new therapies such as ivabradine that improve quality of life and survival”.

     The SHIFT quality of life study involved 1944 patients with chronic heart failure from 24 countries who were randomised to receive either Procoralan(R) or placebo on top of standard heart failure therapy. Health related quality of life was assessed for two years using the Kansas City Cardiomyopathy Questionnaire (KCCQ), a validated, disease-specific measure of functional status and quality of life.[2] The KCCQ is a self-administered questionnaire, that quantifies various aspects of day-to-day life like physical limitations, symptoms, self-efficacy, social interference in chronic heart failure patients.

     An improvement was observed in the Procoralan(R) group. In a specific analysis that excluded patients who died, the increase, in clinical summary score (CSS) reporting more on clinical symptoms and overall summary score (OSS) including clinical and social aspects, was up to twice more in the Procoralan group.

     These new results complement the main findings of the SHIFT study which showed that Procoralan(R) reduced the risk of hospitalisation due to worsening heart failure by over a quarter (26%, p<0.0001) and the likelihood of death from heart failure by the same amount (26%, p=0.014). Despite the fact that patients were already well treated, these benefits were seen in just three months of treatment with Procoralan.

     Chronic heart failure affects 15 million patients in Europe (2% to 3% of the overall population). It impairs the heart’s ability to pump effectively and maintain sufficient circulation to meet the body’s needs. Heart failure has an enormous impact on the prognosis and lifestyle of patients and is a major healthcare and economic burden. Heart failure impacts all aspects of patients’ daily lives, but particularly their mobility and usual activities such as housework and socialising. Sadly, half of all heart failure patients die within four years.

     When compared with other major chronic illnesses, patients with chronic heart failure showed the same pattern of reduced quality of life as patients on chronic haemodialysis, depression and hepatitis.[3]
  
     Along with therapeutic advances that increase the longevity of heart failure patients, it is essential that these patients are able to perform routine day-to-day activities and have a better quality of life.

     “These new results on quality of life further reinforce the main SHIFT results suggesting a need to consider heart rate lowering with ivabradine in heart failure patients in sinus rhythm and heart rate above 70 bpm”, concludes Professor Michel Komajda, co-chairman of the SHIFT Executive Committee.

     *Depending on the country, ivabradine is available as Procoralan(R), Coralan(R), Coraxan(R), or Corlentor(R)
      
     References
  
     [1] Ekman I. Ivabradine is associated with improved health related quality of life. Results from SHIFT, presented orally at a late breaking trial session of the Heart Failure Congress 2011
  
     [2] Green CP, Porter CB, Bresnahan DR, Spertus JA. Development and evaluation of the Kansas City Cardiomyopathy Questionnaire: a new health status measure for heart failure. J. Am. Coll. Cardiol.  2000;35;1245-1255
  
     [3] Juenger J, et al. Health related quality of life in patients with congestive heart failure: comparison with other chronic diseases and relation to functional variables. Heart. 2002;87:235-241
  
     SOURCE: Servier