Terapi Multiple Sclerosis Oral yang Tengah Diteliti Teriflunomide (*) Aubagio (R) Secara Signifikan Mengurangi Tingkat Kekambuhan Penyakit, Perkembangan Kecacatan dan Aktivitas Penyakit

AsiaNet 46648

PARIS, 6 Oktober 2011/ PRNewswire-AsiaNet/ —

– Temuan dari Ujicoba TEMSO Fase III Penting Selama Dua Tahun
Dipublikasikan Hari ini pada New England Journal of Medicine

Sanofi (EURONEXT: SAN and NYSE: SNY) dan anak perusahaan Genzyme hari ini mengumumkan publikasi studi penting TEMSO Fase III dengan pengobatan oral menggunakan teriflunomide satu kali sehari pada New England Journal of Medicine (NEJM). Hasil-hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teriflnomide dengan dosis 14 mg secara signifikan mengurangi tingkat kekambuhan penyakit, perkembangan kecacatan dan meningkatkan beberapa ukuran magnetic resonance imaging (MRI) pada aktivitas penyakit, antara lain timbulnya nyeri baru pada kepala ataupun yang kian memburuk. Teriflunomide memiliki profil keamanan berkarakteristik baik, dengan proporsi yang sama dari para peserta uji melaporkan adanya efek samping dibandingkan dengan plasebo.

“Data TEMSO menunjukkan efek dari teriflunomide mengurangi tingkat kekambuhan, perkembangan kecacatan dan nyeri dari Magnetic Resonance Imaging (MRI),” ungkap Dr. Paul O’Connor, Direktur MS Clinic di Rumah Sakit St. Michael, Toronto, Kanada dan kepala peneliti pada studi TEMSO. “Hasil-hasil tersebut mendukung studi ini selama lebih dari dua tahun, menyediakan data klinis penting bagi teriflunomide.”

Pengujian selama dua tahun pada TEMSO (TEriflunomide Multiple Sclerosis Oral) melibatkan 1.088 orang dengan tingkat kekambuhan MS dari 126 pusat di 21 negara. TEMSO adalah studi awal dari program pengembangan klinis luas yang mencakup lebih dari 4.000 peserta uji di 36 negara dan merupakan program klinis terbesar dan terluas dari setiap agen MS oral di dalam pengembangan ini, dengan lima uji klinis Fase III baik yang telah selesai maupun sedang dilakukan.

“Publikasi hasil dari teriflunomide pada New England Journal of Medicine adalah hal yang menarik sebagaimana kami terus mengembangkan produk kami,” ujar Dr. Elias Zerhouni, Presiden pada Penelitian & Pengembangan Sanofi. “Sebagaimana kami terus berkomitmen untuk penelitian, inovasi dan komunitas Multiple Sclerosis, kami berencana untuk memberikan opsi terapi bagi para pasien di seluruh spektrum Multiple Sclerosis.”

Teriflunomide telah diajukan ke FDA pada bulan Agustus 2011 dan pengajuan ke EMA diharapkan akan dilakukan pada kwartal pertama tahun 2012. Hasil-hasil dari studi TEMSO akan disertakan pada setiap pengajuan peraturan.

Temuan TEMSO menunjukkan bahwa dibandingkan dengan plasebo, teriflunomide satu kali sehari:

– Secara signifikan mengurangi resiko kekambuhan penyakit tahunan, hasil akhir utama dengan 31% (keduanya p<0,001) untuk dosis sebanyak 7 mg dan 14 mg.

– Secara signifikan meningkatkan masa kekambuhan awal, dan memungkinkan para peserta uji merasa lebih bebas dari masa kekambuhan selama dua tahun studi ini; 53,75 (7mg,p=0,01 vs plasebo), 56,5% (14mg,p=0,003 vs plasebo) dan 45,6% (plasebo).

– Resiko selama 12 minggu menunjukkan perkembangan kecacatan, hasil akhir kedua yang utama, secara signifikan telah berkurang sebesar 30% (p=0,003) untuk dosis 14 mg dan 24% (p=0,008) untuk dosis 7 mg.

– Peningkatan beberapa standar pada magnetik resonance imaging (MRI) mengukur aktivitas penyakit dibandingkan dengan plasebo yang menimbulkan nyeri baru pada kepala maupun yang kian memburuk dengan dosis 14mg memiliki efek:
– Mengurangi beban penyakit (masing-masing sebesar 39.4% [p=0.03] dan 67.4 % [p<0.001] untuk 7mg dan 14 mg)
– Mengurangi gadolinium yang meningkatkan nyeri TI (pengurangan relatif untuk resiko sebesar 57% dan 80%, p<0,001 untuk kedua dosis).
– Mengurangi lesi aktif yang unik per scan (pengurangan relatif untuk resiko sebesar 48% dan 69%, p<0.001 untuk kedua dosis).

Efek samping yang sama dan serius ini menyebabkan penghentian pengobatan yang diamati dengan teriflunomide dibandingkan dengan plasebo. Tidak ditemukan infeksi yang serius dan oportunistik serta tidak terjadi kematian pada peserta uji yang diobati dengan teriflunomide. Jumlah peserta yang menghentikan pengobatan dari uji ini dikarenakan perkembangan penyakit secara signifikan lebih kecil dalam kelompok ini yang menerima 14mg teriflunomide dibandingkan dengan kelompok plasebo (p=0,02). Tingkat keparahan penyakit dilaporkan terjadi pada tiga peserta di kelompok yang menggunakan plasebo dan satu peserta pada kelompok dengan teriflunomide 14mg.

Efek samping dari teriflunomide biasanya terjadi dalam intensitas yang ringan hingga sedang, dilakukan dengan terapi yang telah ada dan cukup jarang menyebabkan penghentian pengobatan. Yang paling umum terjadi adalah diare, mual, peningkatan enzim hati (terutama yang ringan dan asimtomatik dengan tidak adanya efek dari dosis) dan penipisan rambut/ pengurangan ketebalan rambut. Secara umum, diare, mual, dan alopesia, tarjadi dalam intensitas yang ringan hingga sedang, dan jarang menyebabkan penghentian pengobatan.

Tentang Teriflunomide

Teriflunomide adalah immunomodulator, obat yang diminum untuk penyakit dengan properti anti-inflamasi, dan tengah diteliti untuk pengobatan MS. Teriflunomide yang berfungsi untuk menghalangi perkembangan dan fungsi limfosit T dan B yang aktif – yang diperkirakan terutama dapat merusak MS – secara selektif dan reversibel mencegah enzim mitokondrial yang berbahaya. Secara perlahan membelah limfosit yang tidak bergerak tidak terpengaruh oleh teriflunomide, memberikan respon sistem imun terhadap infeksi yang tidak diketahui. Dalam sembilan tahun penggunaan yang berkelanjutan pada perluasan Fase II, teriflunomide memiliki pengalaman klinis terbanyak dari setiap terapi MS oral yang diteliti. Selain pengujian TEMSO, dua pengujian Fase III lainnya, TOWER dan TENERE, tengah dilakukan pada orang-orang dengan RMS. Studi Fase III, TOPIC, juga tengah dilakukan pada MS atau CIS (clinically isolated syndrome) awal. Teriflunomide juga dievaluasi sebagai terapi tambahan untuk interferon-beta pada uji TERACLES Fase III.

(*) Aubagio(TM) adalah merek terdaftar yang diajukan pada otoritas kesehatan untuk kantor penelitian teriflunomide.

Tentang Multiple Sclerosis

Saat ini lebih dari 2.000.000 orang di seluruh dunia menderita MS, penyakit otoimun kronis yang menyerang sistem saraf pusat – otak, tulang belakang dan mata. Pada MS sel imun yang disebut limfosit salah menyerang myelin, "isolasi" lemak yang mengelilingi dan melindungi saraf, menyebabkan transmisi saraf abnormal dan gejala-gejala MS antara lain lelah, lemah, masalah keseimbangan berjalan, masalah penglihatan, nyeri, kejang dan gangguan kognitif. MS adalah penyakit gangguan saraf paling umum yang sering terjadi pada kaum muda setelah mengalami kecelakaan, dan dua hingga tiga kali lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria. MS biasanya ditandai dengan kekambuhan yang diikuti dengan selesai atau belum selesainya masa pemulihan. Tidak ada tipe individu dengan MS, sebagaimana penyakit ini memiliki beragam kondisi dan gejala yang bergantung pada area sistem saraf pusat terserang. Gejala-gejala MS beragam dari waktu ke waktu dan dapat berubah pada tingkat keparahan dan jangka waktu, bahkan pada orang yang sama. Mayoritas orang dengan MS – sekitar 90% – didiagnosa dengan MS.

Magnetic resonance imaging (MRI) adalah peralatan yang umum dan penting yang digunakan untuk membantu diagnosa MS dan pengawasan terhadap penyakit dan efek dari pengobatan. Memberikan cara yang amat sensitif, dan tidak menyerang untuk mengambil gambar otak, tulang belakang atau bagian lain tubuh, MRI memungkinkan untuk melihat dan memahami masalah utama tentang patologi MS.

Tentang Genzyme, Anak Perusahaan Sanofi

Salah satu perusahaan bioteknologi terkemuka di dunia, Genzyme, bertujuan untuk menciptakan dampak positif pada kehidupan orang dengan penyakit yang serius. Sejak didirikan pada tahun 1981, perusahaan ini telah memberikan terobosan dalam pengobatan yang memberikan harapan baru bagi pasien. Fokus perusahaan adalah penyakit genetik yang jarang terjadi, multiple sclerosis, kardiovaskular, dan endocrinologi. Genzyme adalah anak perusahaan Sanofi.
Siaran pers Genzyme dan informasi perusahaan lainnya tersedia di
[http://cts.businesswire.com/ct/CT?id=smartlink&url=http%3A%2F2Fwww.genzyme.com&esheet=6385016&lan=en-US&anchor=www.genzyme.com&index=3&md5=65dc776b65f6d13feaa795379e70d40d ]

Unit bisnis Multiple Sclerosis Genzyme bertanggung jawab terhadap pengembangan teriflunomide, bersama dengan penelitian terapi MS alemtuzumab.

Tentang Sanofi

Sanofi, pemimpin global untuk perawatan kesehatan yang menemukan, mengembangkan, dan memberikan solusi terapi yang fokus pada kebutuhan-kebutuhan pasien. Sanofi memiliki keunggulan utama pada bidang perawatan kesehatan dengan tujuh platform : solusi untuk diabetes, vaksin untuk manusia, obat-obatan yang inovatif, penyakit langka, perawatan kesehatan konsumen, pasar yang berkembang dan kesehatan hewan. Sanofi terdaftar di Paris (EURONEXT: SAN) dan New York (NYSE: SNY).

Pernyataan Berwawasan Ke Depan

Siaran pers ini berisi pernyataan berwawasan ke depan sebagaimana tertera pada amandemen Private Securities Litigation Reform Act of 1995. Pernyataan berwawasan ke depan adalah pernyataan yang bukan merupakan fakta historis. Pernyataan-pernyataan ini mencakup perencanaan dan perkiraan serta asumsi yang mendasarinya, pernyataan yang terkait dengan rencana, tujuan, keinginan dan harapan untuk hasil-hasil keuangan di masa yang akan datang, peristiwa, pengoperasian, layanan, pengembangan dan potensi produk, dan pernyataan yang terkait dengan kinerja di masa depan. Pernyataaan berwawasan ke depan pada umumnya diidentifikasi dengan kata-kata "harapan", "antisipasi", "kepercayaan", "keinginan", "perkiraan", "perencanaan" dan ungkapan-ungkapan yang sama. Meskipun manajemen Sanofi yakin bahwa harapan-harapan yang dicerminkan dari pernyataan berwawasan ke depan ini cukup beralasan, para investor diperingatkan bahwa informasi dan pernyataan berwawasan ke depan dapat menimbulkan beragam resiko dan ketidakpastian, banyak dari pernyataan ini yang sulit untuk diprediksi dan secara umum berada di bawah pengawasan Sanofi, yang dapat menyebabkan hasil aktual dan pengembangan untuk membedakan secara material dari hal-hal yang diungkapkan di dalamnya, atau mengandung makna, ataupun bertujuan, pada informasi dan pernyataan berwawasan ke depan. Resiko-resiko dan ketidakpastian ini mencakup hal-hal lainnya, ketidakpastian ini terkait dengan penelitian dan pengembangan, data dan analisis di masa yang akan datang, antara lain pasca pemasaran, keputusan oleh otoritas regulasi, seperti FDA atau EMA, terkait apa dan kapan dapat menyetujui setiap obat, perangkat ataupun aplikasi biologis yang diajukan untuk calon-calon produk serta keputusan mereka terkait pemberian label dan hal-hal lainnya yang dapat mempengaruhi persediaan maupun potensi komersial dari calon produk tersebut, adanya jaminan bahwa calon produk yang disetujui akan berhasil secara komersial, keberhasilan persetujuan dan komersial di masa depan dari alternatif terapi, kemampuan Grup dalam memanfaatkan peluang eksternal yang berkembang serta hal-hal yang dibahas atau diidentifikasi dalam arsip publik dengan SEC dan AMF yang dibuat oleh Sanofi, yang meliputi hal-hal yang terdaftar pada "Risk Factors" dan "Cautionary Statement Regarding Forward Looking Statements" dalam laporan tahunan Sanofi pada Form 20-F untuk akhir tahun tanggal 31 Desember, 2010. Tidak seperti yang dibutuhkan oleh hukum yang berlaku, Sanofi tidak melakukan kewajiban untuk memperbaharui ataupun merevisi setiap informasi maupun pernyataan berwawasan ke depan ini.

SUMBER: Sanofi


Investigational Oral Multiple Sclerosis Therapy Teriflunomide (*) Aubagio (R)) Significantly Reduced Relapse Rate, Disability Progression and Disease Activity

PARIS, Oct. 6, 2011/ PRNewswire-AsiaNet/ —

– Findings from Two-Year Pivotal Phase III TEMSO Trial Published today in The New England Journal of Medicine –

Sanofi (EURONEXT: SAN and NYSE: SNY) and its subsidiary Genzyme announced today the publication of the pivotal Phase III TEMSO study with investigational once-daily oral medication teriflunomide in The New England Journal of Medicine (NEJM). Results showed that teriflunomide at the 14mg dosage significantly reduced the annual relapse rate, reduced disability progressions and improved several magnetic resonance imaging (MRI) measures of disease activity, including new or worsening brain lesions. Teriflunomide has a well-characterized safety profile, with a similar proportion of trial participants reporting adverse events compared to placebo.

“The TEMSO data demonstrate the effect of teriflunomide in terms of reducing relapse rates, disability progression and Magnetic Resonance Imaging (MRI) lesions,” said Dr. Paul O’Connor, Director of the MS Clinic at St Michael’s Hospital, Toronto, Canada and principal investigator in the TEMSO study. “These results, sustained over two years, provide clinically meaningful data for teriflunomide.”

The two-year TEMSO (TEriflunomide Multiple Sclerosis Oral) trial involved 1,088 people with relapsing forms of MS from 126 centers across 21 countries. TEMSO is the first study from a broad clinical development program that includes more than 4,000 trial participants in 36 countries and is one of the largest and broadest clinical programs of any oral MS agent under development, with five Phase III clinical trials either completed or underway.

“The publication of the teriflunomide results in the New England Journal of Medicine is an exciting milestone as we continue the development of our product,” said Dr. Elias Zerhouni, President, Global Research & Development, Sanofi. “As we continue our commitment to research, innovation and the Multiple Sclerosis community, we look forward to providing therapeutic options for patients across the Multiple Sclerosis spectrum.”

Teriflunomide has been filed with the FDA in August of 2011 and the EMA filing is expected in the first quarter of 2012. The results from the TEMSO study are and will be included in each regulatory submission.

TEMSO findings showed that, compared to placebo, teriflunomide once daily:

– Significantly reduced the risk of annual relapses, the primary endpoint, by 31% (both p<0.001) for 7mg and 14mg doses.

– Significantly increased the time to first relapse, and allowed significantly more trial participants to remain free of relapses during the two years of the study: 53.7% (7mg, p=0.01 vs. placebo), 56.5% (14mg, p=0.003 vs. placebo) and 45.6% (placebo).

– The risk of 12-week confirmed disability progression, the key secondary endpoint, was significantly reduced by 30% (p=0.03) for the 14mg dose and numerically reduced by 24% (p=0.08) for the 7mg dose.

– Improved several standard magnetic resonance imaging (MRI) measures of disease activity as compared to placebo including new or worsening brain lesions with an apparent dose dependent effect in favor of the 14mg dose:
– Reduced burden of disease (by 39.4% [p=0.03] and 67.4 % [p<0.001] for 7mg and 14mg, respectively)
– Reduced gadolinium-enhancing T1 lesions (relative risk reduction of 57% and 80%, p<0.001 for both doses);
– Reduced unique active lesions per scan (relative risk reduction of 48% and 69%, p<0.001 for both doses).

Similar adverse events, serious adverse events, and adverse events leading to treatment discontinuation were observed with teriflunomide compared to placebo. No serious or opportunistic infections and no deaths occurred in trial participants treated with teriflunomide. The proportion of participants who discontinued the study medication because of disease progression was significantly smaller in the group receiving the 14mg of teriflunomide than in the placebo group (p=0.02). Malignancies were reported in three participants in the placebo group and one in the teriflunomide 14mg group.

Teriflunomide adverse events were usually of mild to moderate intensity, managed with existing therapies and rarely led to treatment discontinuation. The most common were diarrhea, nausea, liver enzyme increases (that were mainly mild and asymptomatic with no dose effect) and mild hair thinning/decreased hair density. In general, diarrhea, nausea and alopecia, were mild to moderate, transient, and infrequently led to treatment discontinuation.

About Teriflunomide

Teriflunomide is an immunomodulatory, disease-modifying oral drug with anti-inflammatory properties, and is under investigation for the treatment of MS. Teriflunomide blocks the proliferation and functioning of activated T and B lymphocytes – which are thought to be especially damaging in MS – by selectively and reversibly inhibiting a critical mitochondrial enzyme. Slowly dividing or resting lymphocytes are unaffected by teriflunomide, leaving the immune system's response to infection uncompromised. With nine years of continuous use in a Phase II extension, teriflunomide has the longest clinical experience of any investigational oral MS therapy. In addition to the TEMSO trial, two other Phase III trials, TOWER and TENERE, are ongoing in people with RMS. A Phase III study, TOPIC, is also underway in early MS or CIS (clinically isolated syndrome). Teriflunomide is also being evaluated as an adjunct therapy to interferon-beta in the Phase III TERACLES trial.

(*) Aubagio(TM) is the registered name submitted to health authorities for the investigational agent teriflunomide.

About Multiple Sclerosis

Today more than 2,000,000 people around the world suffer from MS, a chronic autoimmune disease that affects the central nervous system – the brain, spinal cord and optic nerves. In MS, immune cells called lymphocytes mistakenly attack myelin, the fatty "insulation" that surrounds and protects nerves, resulting in abnormal nerve transmission and MS symptoms such as fatigue, weakness, walking and balance problems, vision problems, pain, spasticity and cognitive difficulties. MS is the most common disabling neurological disease in young adults after accidents, and is two to three times more common in women than in men. MS is usually characterized by relapses followed by periods of complete or incomplete recovery. There is no typical individual with MS, as the disease is a very variable condition and the symptoms depend on which areas of the central nervous system are affected. MS symptoms can vary from time to time and can change in severity and duration, even in the same person.The vast majority of people with MS – approximately 90 percent – are initially diagnosed with a relapsing form of MS.

Magnetic resonance imaging (MRI) is a common and important tool used to help establish a diagnosis of MS and monitor the course of the disease and effects of treatment. Providing a highly sensitive, non-invasive way to image the brain, spinal cord or, other areas of the body, MRI has made it possible to visualize and understand a great deal about the underlying pathology of MS.

About Genzyme, a Sanofi Company

One of the world's leading biotechnology companies, Genzyme is dedicated to making a major positive impact on the lives of people with serious diseases. Since its founding in 1981, the company has introduced breakthrough treatments that have provided new hope for patients. The company's areas of focus are rare genetic diseases, multiple sclerosis, cardiovascular disease, and endocrinology. Genzyme is a Sanofi company. Genzyme's press releases and other company information are available at http://www.genzyme.com [http://cts.businesswire.com/ct/CT?id=smartlink&url=http%3A%2F 2Fwww.genzyme.com&esheet=6385016&lan=en-US&anchor=www.genzyme.com&index=3&md5=65dc776b65f6d13feaa795379e70d40d ]
Genzyme's Multiple Sclerosis business unit is responsible for the development of teriflunomide, along with the investigational MS therapy alemtuzumab.

About Sanofi

Sanofi, a global and diversified healthcare leader, discovers, develops and distributes therapeutic solutions focused on patients' needs. Sanofi has core strengths in the field of healthcare with seven growth platforms: diabetes solutions, human vaccines, innovative drugs, rare diseases, consumer healthcare, emerging markets and animal health. Sanofi is listed in Paris (EURONEXT: SAN) and in New York (NYSE: SNY).

Forward Looking Statements

This press release contains forward-looking statements as defined in the Private Securities Litigation Reform Act of 1995, as amended. Forward-looking statements are statements that are not historical facts. These statements include projections and estimates and their underlying assumptions, statements regarding plans, objectives, intentions and expectations with respect to future financial results, events, operations, services, product development and potential, and statements regarding future performance. Forward-looking statements are generally identified by the words "expects", "anticipates", "believes", "intends", "estimates", "plans" and similar expressions. Although Sanofi's management believes that the expectations reflected in such forward-looking statements are reasonable, investors are cautioned that forward-looking information and statements are subject to various risks and uncertainties, many of which are difficult to predict and generally beyond the control of Sanofi, that could cause actual results and developments to differ materially from those expressed in, or implied or projected by, the forward-looking information and statements. These risks and uncertainties include among other things, the uncertainties inherent in research and development, future clinical data and analysis, including post marketing, decisions by regulatory authorities, such as the FDA or the EMA, regarding whether and when to approve any drug, device or biological application that may be filed for any such product candidates as well as their decisions regarding labeling and other matters that could affect the availability or commercial potential of such products candidates, the absence of guarantee that the products candidates if approved will be commercially successful, the future approval and commercial success of therapeutic alternatives, the Group's ability to benefit from external growth opportunities as well as those discussed or identified in the public filings with the SEC and the AMF made by Sanofi, including those listed under "Risk Factors" and "Cautionary Statement Regarding Forward-Looking Statements" in Sanofi's annual report on Form 20-F for the year ended December 31, 2010. Other than as required by applicable law, Sanofi does not undertake any obligation to update or revise any forward-looking information or statements.

SOURCE: Sanofi