Perjanjian Larangan Ujicoba Nuklir Komprehensif akan Berlaku dalam Waktu Dekat, setelah Diratifikasi oleh Indonesia – Sekretaris Eksekutif CTBTO, Tibor Toth

AsiaNet 47583

WINA, 6 Desember/PRNewswire-AsiaNet/ —

Tibor Toth, Ketua Komisi Persiapan untuk Organisasi Perjanjian Larangan
Ujicoba Nukir Komprehensif – Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization
(CTBTO), hari ini mengucapkan selamat kepada anggota DPR Indonesia karena
mengupayakan Perjanjian Larangan Ujicoba Nuklir Komprehensif (CTBT) menjadi
hukum global.

“Saya menyambut hasil suara hari ini di DPR Indonesia untuk meratifikasi
Perjanjian tersebut,” kata Toth. “Dengan keputusan bersejarah ini, perbedaan
dalam menerapkan Perjanjian yang akan diberlakukan ini telah dipersempit ke
delapan negara.”

Keputusan ini “tentang upaya perubahan yang dilakukan di pihak kita untuk
mencoba menciptakan momentum baru sehingga negara-negara lain dalam posisi yang
sama dengan Indonesia juga dapat mengikuti di awal proses ratifikasi mereka,”
ungkap Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa pada bulan September
2011. “Kami yakin bahwa CTBT adalah salah satu instrumen utama untuk pelucutan
senjata nuklir.”

“Berbagai negara ini harus mendukung negara yang satu dengan yang lainnya
untuk melakukan hal yang benar. Dan pada pelucutan senjata nuklir saat ini kita
berada di persimpangan yang penting dalam menciptakan momentum dan kemungkinan
baru untuk dunia yang bebas dari senjata nuklir,” ujarnya.

Dukungan Sepenuhnya

“Indonesia akan menggunakan hubungan baiknya untuk mempromosikan
Perjanjian di Asia dan Timur Tengah dan sekitarnya serta pada tingkat politik
tertinggi,” kata Hemly Fauzy, koordinator Parlemen Indonesia untuk proses
ratifikasi CTBT, selama kunjungan baru-baru ini yang dilakukan oleh delegasi
parlemen Indonesia ke markas CTBTO di Wina.

“Kami ingin negara kami berada di posisi terdepan dalam pelucutan senjata
nuklir dan bukan proliferasi,” ungkap Fauzy. “Kami bermaksud untuk memperluas
keterlibatan kami dalam ratifikasi CTBT menurut Perjanjian ini.” Dukungan atas
Perjanjian di DPR Indonesia telah diberikan sepenuhnya oleh kesembilan
partainya, ujarnya.

Dukungan Indonesia terhadap Perjanjian ini akan menerima pengakuan resmi
saat ditunjukkan kepada PBB. Seratus delapan puluh dua negara telah
menandatangani Perjanjian, di mana 156 negara juga telah meratifikasinya.

Ketentuan yang dilakukan dalam CTBT menjelaskan bahwa ke-44 negara yang
menggunakan teknologi nuklir harus menandatangani dan meratifikasi Perjanjian
untuk membawa masalah ini ke ranah hukum. Dengan ratifikasi dari Indonesia, 36
negara saat ini juga telah melakukan ratifikasi. Negara yang belum melakukan
ratifikasi adalah China, Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK), Mesir, India,
Iran, Israel, Pakistan dan Amerika Serikat.

Dukungan Indonesia atas sistem peringatan global CTBT

Indonesia saat ini menjadi Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara
(ASEAN), di mana 10 negara anggota juga menciptakan Perjanjian Bangkok untuk
membentuk zona bebas senjata nuklir yang paling komprehensif di Bumi. CTBT
telah ditandatangani oleh semua Negara Anggota ASEAN. Tiga negara – Brunei,
Myanmar, dan Thailand – masih harus meratifikasi Perjanjian seperti halnya
negara tetangga Indonesia yaitu Papua Nugini, Sri Lanka dan Timor Leste.

Indonesia juga menjadi tuan rumah enam stasiun seismik yang merupakan
bagian dari sistem peringatan global CTBT dalam memantau planet bumi untuk
setiap bukti ledakan nuklir. Data seismik dari jaringan fasilitas juga
memainkan peran yang berkembang dalam memberikan fasilitas jaringan peringatan
tentang tsunami dan dapat digunakan untuk aplikasi sipil dan ilmiah lainnya.
Setelah insiden PLTN Fukushima Daiichi di Jepang pada bulan Maret 2011,
monitor radionuklida CTBT melacak adanya kerusakan
[http://www.ctbto.org/verification-regime/the-11-march-japan-disaster] di
planet ini.

Latar belakang tentang CTBT dan sistem verifikasinya

CTBT melarang semua ledakan nuklir. Untuk memverifikasi pelaksanaan,
CTBTO, organisasi yang bekerja dalam memberlakukan Perjanjian ini, tengah
membangun suatu sistem verifikasi global
[http://www.ctbto.org/verification-regime ]. Setelah verifikasi ini selesai
akan ada 337 fasilitas [http://www.ctbto.org/map #ims ] pemantauan planet,
bawah tanah, lautan dan atmosfer untuk setiap tanda adanya ledakan nuklir. Saat
ini, 85 persen dari fasilitas pemantauan mengirim data ke kantor pusat CTBTO di
Wina, Austria, di mana mereka akan diproses dan dianalisa dan kemudian
ditransmisikan ke 182 Negara Anggota
[http://www.ctbto.org/the-treaty/status-of-signature-and-ratification ]. Di
tempat pemeriksaan untuk mengumpulkan informasi di lapangan dalam kasus ledakan
nuklir yang dicurigai akan melengkapi sistem verifikasi setelah Perjanjian
diberlakukan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai CTBTO, silakan kunjungi
http://www.ctbto.org – sumber daya Anda dalam mengakhiri uji coba nuklir, atau
hubungi:

Thomas Muetzelburg
T +43-1-26030-6421
E thomas.muetzelburg@.ctbto.org
M +43-699-1459-6421

Kirsten Haupt
T +43-1-26030-6127
E kirsten.haupt@ctbto.org
M +43-699-1459-6127

Peter Rickwood
T +43-1-26030-6531
E peter.rickwood@ctbto.org
M +43-699-1459-6541

Terhubung dengan CTBT di:
facebook
[http://www.facebook.com/pages/The-Comprehensive-Nuclear-Test-Ban-Treaty-Organiz
ation/85643604046?ref=ts ] ,
twitter [http://twitter.com/ctbto_alerts ],
flickr [http://www.flickr.com/photos/ctbto ] dan
youtube [http://www.youtube.com/user/CTBTO ].

SUMBER: CTBTO


Entry Into Force of Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Brought Closer by Indonesia’s Ratification – CTBTO Executive Secretary Tibor Tóth

VIENNA, Dec. 6 /PRNewswire-AsiaNet/ —

Tibor Toth, head of the Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO), today congratulated Indonesia’s parliamentarians for bringing the Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty (CTBT) “a significant step closer to becoming global law.”

“I welcome today’s outcome of the vote in the Indonesian Parliament to ratify the Treaty,” Toth said. “By this historic decision, the gap keeping the Treaty from entering into force has been narrowed down to eight countries.”

The decision is “about game-changing efforts on our part to try to create new momentum so that the other countries in a similar position to Indonesia can also follow suit in beginning their ratification process,” Indonesia’s Foreign Minister Marty Natalegawa said in September 2011. “We believe that [the] CTBT is one of the main instruments for nuclear disarmament.”

“Countries must encourage one another to do the right thing. And on nuclear disarmament we are truly at a crucial junction right now in creating new momentum and new possibilities for a world free of nuclear weapons,” he said.

Unanimous support

“Indonesia will use its good relations to promote the Treaty in Asia and the Middle East and beyond and at the highest political level,” Hemly Fauzy, the Indonesian Parliament’s coordinator for the CTBT ratification process, said during a recent visit by an Indonesian parliamentary delegation to the CTBTO headquarters in Vienna.

“We want our country to be at the vanguard of nuclear disarmament and non-proliferation,” said Fauzy. “We intend to extend our involvement in the CTBT beyond the Treaty’s ratification.” Support for the Treaty in the Indonesian Parliament was unanimous across its nine parties, he said.

Indonesia’s endorsement of the Treaty will receive official recognition when it is presented to the United Nations. One hundred and eighty-two countries have signed the Treaty, of which 156 have also ratified it.

The CTBT’s stringent entry-into-force provision proscribes that all 44 designated nuclear technology holder countries must sign and ratify the Treaty in order to bring it into law. With Indonesia’s ratification, 36 have now done so. The remaining ones are China, the Democratic People’s Republic of Korea (DPRK), Egypt, India, Iran, Israel, Pakistan and the United States.

Indonesian support for the CTBT global alarm system

Indonesia currently chairs the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), whose 10 Member States have also concluded the Bangkok Treaty establishing the most comprehensive nuclear-weapon-free zone on Earth. The CTBT has been signed by all ASEAN Member States. Three – Brunei, Myanmar, and Thailand – have still to ratify as do Indonesia’s neighbours Papua New Guinea, Sri Lanka and Timor Leste.

Indonesia also hosts six seismic stations which are part of the CTBT’s global alarm system monitoring the planet for any evidence of nuclear explosions. Seismic data from the network of facilities are also playing a growing role in providing warnings about tsunamis and can be used for other civil and scientific applications. After the Fukushima Daiichi nuclear power plant accident in Japan in March 2011, CTBT radionuclide monitors tracked fallout [http://www.ctbto.org/verification-regime/the-11-march-japan-disaster ] around the planet.

Background on the CTBT and its verification regime

The CTBT bans all nuclear explosions. To verify compliance, the CTBTO, the organization tasked with bringing it into force, is building a global verification regime [http://www.ctbto.org/verification-regime ]. When complete there will be 337 facilities [http://www.ctbto.org/map/#ims ] monitoring the planet, underground, the oceans and the atmosphere for any sign of a nuclear explosion. To date, 85 percent of the monitoring facilities send data to the CTBTO’s headquarters in Vienna, Austria, where they are processed and analyzed and then transmitted to the 182 Member States [http://www.ctbto.org/the-treaty/status-of-signature-and-ratification ]. On-site inspections to collect information on the ground in the case of a suspected nuclear explosion will complement the verification regime once the Treaty enters into force.

For further information on the CTBTO, please see http://www.ctbto.org – your resource on ending nuclear testing, or contact:

Thomas Muetzelburg
T +43-1-26030-6421
E thomas.muetzelburg@.ctbto.org
M +43-699-1459-6421

Kirsten Haupt
T +43-1-26030-6127
E kirsten.haupt@ctbto.org
M +43-699-1459-6127

Peter Rickwood
T +43-1-26030-6531
E peter.rickwood@ctbto.org
M +43-699-1459-6541

Connect with CTBTO on:
facebook
[http://www.facebook.com/pages/The-Comprehensive-Nuclear-Test-Ban-Treaty-Organization/85643604046?ref=ts ] ,
twitter [http://twitter.com/ctbto_alerts ],
flickr [http://www.flickr.com/photos/ctbto ] and
youtube [http://www.youtube.com/user/CTBTO ].

SOURCE: CTBTO