Mitra dari Sektor Swasta dan Publik Bersatu untuk Memerangi 10 Penyakit Tropis yang Terabaikan pada tahun 2020

AsiaNet 48174

LONDON, 30 Januari 2012 /PRNewswire-AsiaNet/ —

Para mitra akan melakukan tindakan inovatif dan terkoordinasi yang
bertujuan mencapai cita-cita baru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Hari ini, 13 perusahaan farmasi, pemerintah Amerika, Inggris, dan Uni
Emirat Arab (UAE), Bill & Melinda Gates Foundation, Bank Dunia, dan organisasi
kesehatan global lainnya mengumumkan tindakan baru dan terkoordinasi guna
mempercepat kemajuan dalam memberantas dan mengendalikan 10 penyakit tropis
yang terabaikan (NTD) pada akhir dekade ini.

Dengan menyatukan berbagai upaya dengan negara-negara yang terkena endemik
NTD, para mitra berjanji untuk melakukan fokus unik untuk memerangi berbagai
penyakit ini dan bekerja sama meningkatkan kualitas hidup 1,4 miliar orang di
seluruh dunia yang terserang NTD, sebagian besar dari mereka termasuk di antara
rakyat termiskin di dunia.

Dalam upaya terbesar yang terkoordinasi saat ini untuk memerangi NTD, grup
ini mengumumkan pada acara di Royal College of Physicians bahwa mereka akan:
mempertahankan ataupun memperluas program donasi obat yang telah ada guna
memenuhi kebutuhan tahun 2020; berbagi keahlian dan senyawa untuk mempercepat
penelitian dan pengembangan obat baru, dan menyediakan lebih dari US$785 juta
untuk mendukung upaya R&D serta memperkuat distribusi obat dan pelaksanaan
program. Mitra ini juga mendukung “Deklarasi London pada Penyakit Tropis yang
Terabaikan,” di mana mereka menjanjikan tingkat baru dari upaya kolaboratif dan
pelacakan kemajuan.

“Hari ini kami bergabung bersama untuk meningkatkan dampak investasi kami
serta membangun kemajuan yang luar biasa tepat pada waktunya,” ujar Bill Gates,
ketua bersama di Bill & Melinda Gates Foundation. ” Upaya inovatif ini harus
berperan sebagai contoh untuk mengatasi tantangan perkembangan global lainnya
dan akan membantu jutaan orang untuk menciptakan swasembada dan mengatasi
kebutuhan bantuan.” Gates Foundation mengumumkan komitmen selama lima tahun
senilai US$363 juta guna mendukung produk NTD dan penelitian operasional.

Untuk melakukan upaya melawan NTD, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minggu
ini menunjukkan strategi baru, Percepatan kerja untuk mengatasi dampak global
dari penyakit tropis yang terabaikan – Sebuah langkah pelaksanaan
[http://whqlibdoc.who.int/hq/2012/WHO_HTM_NTD_2012.1_eng.pdf ], yang memiliki
target untuk berbagai hal yang dapat dicapai pada akhir dekade.

“Berbagai upaya WHO, peneliti, mitra, dan kontribusi dari industri telah
mengubah bentuk NTD. Penyakit-penyakit lama tersebut saat ini telah diatasi
dengan kecepatan yang luar biasa,” ungkap Dr. Margaret Chan, Direktur Jenderal
WHO. ” Dengan mendukung momentum saat ini, Saya percaya hampir seluruh penyakit
ini dapat dihilangkan maupun dikendalikan pada akhir dekade.”

Komitmen baru dari para mitra akan menutup kesenjangan dalam pendanaan
guna memberantas penyakit cacing Guinea dan mempercepat kemajuan pada
pencapaian tahun 2020 dari pemberantasan filariasis limfa, kebutaan trakoma,
penyakit sulit tidur dan leprosi, serta pengendalian helminthes yang
ditransmisikan dari tanah, schistosomiasis, kebutaan river, penyakit Chagas dan
leismaniasis viseral.

Berbicara atas nama CEO dari 13 perusahaan farmasi yang terlibat, Sir
Andrew Witty, CEO GlaxoSmithKline, mengatakan, “Banyak perusahaan dan
organisasi telah bekerja selama puluhan tahun untuk melawan penyakit yang
mengerikan ini. Tetapi tidak ada satu pun perusahaan atau organisasi dapat
melakukannya sendiri. Hari ini, kami berjanji untuk bekerja sama guna
merevolusi cara kami dalam memerangi penyakit-penyakit tersebut saat ini dan di
masa depan.”

Dengan janji baru dan yang telah dilakukan, perusahaan akan menyumbangkan
sekitar 1,4 miliar setiap tahun untuk pengobatan bagi mereka yang membutuhkan,
menurut Federasi Internasional Asosiasi Produsen Farmasi (IFPMA). Selain itu,
upaya penelitian baru dan pengembangan kolaboratif serta perjanjian akses
dengan 11 perusahaan dan organisasi obat-obatan R&D untuk inisiatif Penyakit
Terabaikan (DNDi) memberikan akses belum pernah terjadi sebelumnya untuk
perpustakaan senyawa yang mengarah pada pengobatan baru. Komitmen ini akan
bekerja secara paralel dengan upaya lainnya untuk mempercepat pengembangan
pengobatan NTD yang kritis, termasuk WIPO Re:Search, database senyawa
penelitian, pengetahuan dan keahlian.

Untuk menutup kesenjangan pendanaan untuk pemberantasan cacing Guinea,
Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab, Gates
Foundation, dan Yayasan Dana Investasi untuk Anak, akan menyumbang senilai
US$40 juta pada Carter Center. Berbagai komitmen ini melengkapi janji pada
bulan Oktober dari Departemen Pengembangan Internasional (DFID) yang akan
berkontribusi senilai 20 juta pounds jika yang lainnya juga berperan serta
dalam empat tahun ke depan, komitmen senilai 195 juta pounds untuk NTD
diumumkan oleh DFID minggu lalu.

U.S Agency for International Development (USAID) juga mengumumkan
pendanaan senilai $89 juta oleh Kongres Amerika untuk memperkuat program
pengiriman dan distribusi obat, memberikan investasi senilai US$212 juta sejak
tahun 2006. Selain itu, Bank Dunia akan melanjutkan dukungan untuk keuangan dan
teknis guna membantu negara-negara Afrika membangun sistem kesehatan masyarakat
yang lebih kuat yang akan memadukan pemberantasan dan pengendalian NTD, serta
bekerja dengan mitra lainnya untuk memperluas dana yang dipercaya guna
memerangi kebutaan pada pencegahan NTD lainnya dI Afrika.

“Negara-negara di dunia telah bersatu untuk mengakhiri berbagai penyakit
mengerikan yang menyebabkan cacat, buta dan membunuh jutaan orang miskin di
dunia,” ungkap Stephen O’Brien, Menteri Pengembangan Internasional negara
Inggris. “Inggris dan mitra lainnya memimpin cara untuk memberikan pengobatan
kritis untuk jutaan orang, yang memungkinkan anak-anak untuk dapat bersekolah
dan orang tua dapat menafkahi keluarga mereka agar mereka dapat membantu diri
mereka sendiri keluar dari kemiskinan dan tidak lagi bergantung pada bantuan.”

Perjanjian dan Deklarasi hari ini merespon laporan WHO tahun 2010, bekerja
untuk mengatasi dampak global dari penyakit tropis yang terabaikan
[http://whqlibdoc.who.int/publications/2010/9789241564090_eng.pdf ], yang
diserukan pada sumber daya baru untuk mengatasi NTDs. Perwakilan dari industri
farmasi, Gates Foundation dan mitra lainnya telah bekerja pada tahun lalu untuk
mengembangkan upaya yang luas dan terkoordinasi ini.

Pemerintah Bangladesh, Brazil, Mozambik, dan Tanzania, di mana NTD menjadi
endemik, mengumumkan bahwa mereka akan menerapkan rencana yang terpadu untuk
memerangi NTD dan mengerahkan sumber daya politik dan keuangan guna memerangi
berbagai penyakit tersebut. Seluruh mitra melakukan akuntabilitas dengan
menjelajahi mekanisme untuk kemajuan langkah secara teratur untuk pencapaian
tahun 2020.

“Sejak bukti pada peristiwa dari beban yang teramat berat dari NTD di
Mozambik telah dipahami, pemerintah Mozambik telah melakukan tindakan dan terus
meningkatkan komitmen serta investasi untuk mengendalikan maupun memberantas
penyakit-penyakit tersebut,” ungkap Dr. Alexandre Manguele, Menteri Kesehatan
Mozambik. “Dengan perjanjian sumber daya saat ini dalam konteks kemitraan,
pemerintah Mozambik merasa semakin yakin bahwa misi tersebut dapat tercapai.

KOMITMEN KHUSUS MITRA YANG DIUMUMKAN HARI INI MENCAKUP:

Mempertahankan, Memperluas dan Memperpanjang Pasokan Obat:

– Seluruh perusahaan dengan program sumbangan obat NTD berjanji untuk
mempertahankan maupun memperpanjang program mereka hingga akhir dekade, dan
beberapa janji untuk meningkatkan komitmen mereka. Berbagai komitmen ini
mencakup:
– Sanofi, Eisai dan Bill & Melinda Gates Foundation akan bekerja sama
untuk memberikan 120 juta tablet DEC kepada WHO untuk program Pemberantasan
Filariasis Limfa Global. Dipadukan dengan komitmen donasi Eisai yang akan
dimulai pada tahun 2014, tablet-tablet baru ini akan memastikan kecukupan
pasokan DEC dari tahun 2012 hingga 2020.
– Bayer akan menggandakan donasi nifurtimox yang telah diberikan untuk
mengatasi penyakit Chagas.
– Eisai akan memperpanjang sumbangan senilai 2,2 miliar tablet DEC untuk
LF pada tahun 2020.
– Gilead, yang mengumumkan sumbangan AmBisome untuk lesmaniasis viseral
pada tahun 2011, akan melanjutkan program untuk menawarkan VL dan berkomitmen
untuk meneliti serta berinvestasi pada teknologi dan proses yang dapat
mengurangi biaya pada negara-negara dengan sumber daya yang terbatas.
– GlaxoSmithKline akan memperpanjang sumbangan albendazole untuk mengobati
helmintes dari tanah dengan memberikan 400 juta tablet setiap tahunnya untuk
tambahan dalam lima tahun ke depan hingga tahun 2020 serta melanjutkan
sumbangan dengan memberikan 600 juta tablet setiap tahunnya untuk memerangi
filariasis limfa.
– Johnson & Johnson akan memperpanjang sumbangan mebendazole untuk
helminthes dari tanah dengan memberikan 200 tablet setiap tahunnya hingga 2020.
– MSD akan melanjutkan sumbangan ivermectin untuk memerangi kebutaan dan
filariasis limfa (di mana terpadunya endemik dengan kebutaan), serta membahas
penggunaan ivermectin untuk memerangi berbagai penyakit lainnya.
– Merck KGaA secara signifikan akan meningkatkan sumbangan tahunan untuk
tablet praziquantel dari sebanyak 25 juta hingga 250 juta tablet setiap tahun,
memperpanjang programnya tanpa batas.
– Novartis akan memperpanjang komitmennya untuk memberikan terapi dengan
beberapa obat (rifampicin, clofazimine dan dapsone) untuk pasien dengan leprosi
di seluruh dunia pada langkah akhir melawan penyakit ini.
– Pfizer akan melanjutkan sumbangan Azithromycin untuk kebutaan trakoma
hingga tahun 2020, serta sumbangan obat dan plasebo untuk penelitian pada
pengurangan kematian anak yang diobati dengan azithromycin.
– Sanofi akan memperpanjang sumbangan eflornithine, melarsoprol dan
pentamidine untuk penyakit tidur hinga tahun 2020, serta dukungan logistik guna
memastikan bahwa pemberian obat-obatan terus dilakukan bagi pasien untuk
perawatan secara gratis.

Mempercepat R&D untuk Pengobatan Baru:

– Kemitraan pengembangan produk menurut koordinasi DNDi dengan Abbott,
Johnson & Johnson dan Pfizer adalah cara untuk mengembangkan obat-obatan baru
untuk mengobati infeksi cacing usus, khususnya makrofilarisis, yang membunuh
cacing-cacing dewasa yang menyebabkan kebutaan dan filariasis limfa.
Abott tengah melakukan studi awal pengulangan formulasi obat-obatan dan
memberikan keahlian ilmiah untuk pengembangan pra-klinis, dengan bantuan teknis
dan pasokan dari Johnson & Johnson.
– Jika pengembangan pra-klinis berhasil, Johnson & Johnson akan mendanai
pengembangan klinis, dan bekerja sama dengan mitra lainnya, antara lain
dukungan teknis dari para staf ahli Pfizer. J&J akan memperoleh persetujuan
regulasi.
– Lisensi yang inovatif maupun perjanjian kerjasama dengan DNDi oleh 11
perusahaan yaitu Abbott, AstraZeneca, Bayer, Bristol-Myers Squibb, Eisai,
GlaxoSmithKline, Johnson & Johnson, MSD, Novartis, Pfizer dan Sanofi tengah
bernegosiasi dan dilakukan untuk berbagi senyawa dan pengetahuan untuk
menghasilkan obat baru untuk berbagai penyakit yang mencakup kebutaan,
filariasis limfa, penyakit tidur, oksaborol/SCYX-7158, selain fexinidazole,
yang telah dikembangkan secara klinis.

Menambah dana untuk meningkatkan produk obat dan penelitian operasional,
pengiriman dan pelaksanaan program, antara lain pencegahan, pengawasan dan
pendidikan:

– Beberapa mitra mengumumkan senilai US$40 juta pada pendanaan baru untuk
Carter Center yang akan menutup kesenjangan untuk memberantas cacing Guinea.
Gates Foundation akan berkontribusi senilai US$23 juta, Yang Mulia Sheikh
Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab akan berkontribusi
senilai US$10 juta dan Yayasan Dana Investasi Anak akan berkontribusi senilai
US$6,7 juta.
– Dana ini melengkapi dana senilai 20 juta pounds dari DFID, yang
diumumkan pada pekan lalu sebagai bagian dari komitmen 195 juta pounds hingga
tahun 2015, yang ditargetkan pada penyakit cacing Guinea, filariasis limfatik,
kebutaan dan schistosomiasis, serta mengembangkan program-program baru untuk
kebutaan trakoma, leismaniasis viseral, upaya penelitian yang terpadu oleh
negara.
– Gates Foundation mengumumkan komitmen selama 5-tahun, senilai US $ 363
juta untuk mengatasi hambatan agar berhasil dan ditujukan untuk mengatasi
kesenjangan kritis guna mencapai pengendalian dan pemberantasan NTD yang
ditargetkan pada tahun 2020.
– USAID akan melanjutkan dukungan untuk lebih dari 20 negara untuk
menunjukkan dan/atau meningkatkan program NTD yang terpadu, yang mencakup tiga
negara baru: Mozambik, Senegal dan Kamboja. Kongres AS memberikan $89 juta
kepada USAID untuk pengendalian NTD pada tahun 2012.
– Pada tingkatan negara, Bank Dunia akan memperpanjang pendanaan dan
dukungan teknis untuk membantu negara-negara membangun sistem kesehatan
masyarakat yang lebih kuat yang akan memadukan pemberantasan dan pengendalian
NTD. Pada tingkat regional, Bank Dunia akan terus mengawasi fidusier dari dana
terpercaya yang telah ada yang mendukung perang melawan kebutaan di Afrika, dan
juga akan bekerja dengan mitra lain guna memperluas dana untuk memberantas dan
mengendalikan NTD yang dapat dicegah di benua itu.
– Mundo Sano menyumbang US $ 5 juta untuk memperluas pekerjaan dalam
pengawasan dan peningkatan program NTD untuk situs yang dipilih di Amerika dan
Afrika.
– Pemerintah Mozambik mengumumkan tujuan khusus untuk pengendalian dan
pemberantasan NTD di daerah endemis negara, antara lain:
– Menjangkau seluruh cakupan geografis dari semua daerah endemik
filariasis limfatik, helminthes dari tanah dan schistosomiasis
– Pemetaan seluruhnya dan mencapai seluruh cakupan geografis trakoma
pada tahun 2018
– Membangun kapasitas untuk pengendalian dan tindakan untuk memberikan
manfaat dari program pemberian obat massal
– Pemerintah Brazil, Tanzania, Bangladesh dan negara-negara endemik
lainnya mengumumkan pelaksanaan rencana yang terpadu dan terkoordinasi untuk
mengendalikan dan memberantas NTD di negara mereka.
– Tiga perusahaan farmasi-Merck KGaA, Novartis dan Sanofi-akan mengatur
dan menyediakan dana untuk mendukung upaya pencegahan, pemantauan, pendidikan
dan pengendalian penyakit yang diintensifkan.
– Lions Club International mengumumkan pemberian dana senilai US$6,9 juta
untuk mendukung Pemerintah China dalam upaya menghilangkan kebutaan trakoma
pada tahun 2017.

Mengkoordinasi dan mengukur komitmen NTD : Para mitra industri berjanji
untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan pada tahun 2020. Berdasarkan peta
jalan WHO, mitra-mitra ini akan mengikuti kemajuan kolektif melalui kartu nilai
yang secara teratur dan resmi akan melacak kemajuan yang mencakup apakah
organisasi yang telah berpartisipasi telah memenuhi pasokan, penelitian,
pendanaan dan pelaksanaan komitmen mereka untuk bekerja dalam mencapai tujuan
di tahun 2020. Proses ini akan memastikan akuntabilitas dan transparansi serta
mengidentifikasi kesenjangan yang masih ada.

Para pembicara pada acara hari ini di Royal College of Physician antara
lain:

– Dr. Margaret Chan, Direktur Jenderal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
– Bill Gates, Ketua Bersama, Bill & Melinda Gates Foundation
– Stephen O’Brien, Parlemen Sekretaris Negara,Departemen Pembangunan
Internasional Inggris
– Dr. Ariel Pablos-Mendez, Asisten Administrasi untuk Kesehatan Global, US
Agency for International Development
– Dr. Jorg Reinhardt, Presiden Komisaris Dewan Manajemen, Bayer HealthCare
AG
– Lamberto Andreotti, Chief Executive Officer, Bristol-Myers Squibb
– Haruo Naito, Presiden dan CEO, Eisai
– Sir Andrew Witty, Chief Executive Officer, GlaxoSmithKline
– William Weldon, Ketua Dewan Direksi dan Chief Executive Officer, Ketua
Komite Eksekutif, Johnson & Johnson
– Kenneth Frazier, Ketua Dewan, Presiden dan Chief Executive Officer, MSD
– Dr. Stefan Oschmann, anggota Dewan Eksekutif, Merck KGaA, yang bekerja
untuk sektor usaha Farmasi
– Joseph Jimenez, Chief Executive Officer, Novartis
– Christopher A. Viehbacher, Chief Executive Officer, Sanofi
– Paul Carter, Wakil Presiden Senior, Pengoperasian Komersial
Internasional, Gilead
– Dr. Bernard Pecoul, Direktur Eksekutif, Drugs for Neglected Diseases.
– Dr. Caroline Anstey, Direktur Pelaksana, Bank Dunia
– Dr. AFM Ruhal Haque, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga ,
Bangladesh
– Jarbas Barbosa da Silva, Jr, Wakil Menteri Pengawasan, Kementerian
Kesehatan, BraZil
– Dr. Alexandre Lourenco Jaime Manguele, Menteri Kesehatan, Mozambik
– Dr. Donan Mmbando, Direktur layanan Pencegahan, Departemen Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial, Tanzania

Siaran web acara ini dapat dilihat di http://www.UnitingToCombatNTDs.org

NewsMarket: http://www.thenewsmarket.com/gatesfoundation

SUMBER: Global Health Strategies

KONTAK: Victor Zonana, Global Health Strategies, +44(0)75-5380-9731,
vzonana@globalhealthstrategies.com; Catatan Redaktur: Kontak media untuk mitra
sebagai berikut: Bill & Melinda Gates Foundation: +1-206-709 3400,
media@gatesfoundation.org DFID: Robert Stansfield, +44(0)77-7165-2597,
r-stansfield@dfid.gov.uk USAID: Christopher Thomas, +1-202-712-1092,
chthomas@usaid.gov AstraZeneca: Sarah Lindgreen, +44(0)20-7604-8033,
sarah.lindgreen@astrazeneca.com Abbott: Colin McBean, +1-847-938 3083,
colin.mcbean@abbott.com Bayer HealthCare AG: Oliver Renner, +49(0)21-4304-3302,
oliver.renner@bayer.com Bristol-Myers Squibb: Patrice Grand, +33(0)1-5883-6706
patrice.grand@bms.com Eisai: Cressida Robson, +44(0)79-0831-4155,
cressida_robson@eisai.net Gilead: Amy Flood, +1-650-522-5643, aflood@gilead.com
GlaxoSmithKline (Global): Stephen Rea, +44(0)77-1780-1794,
stephen.e.rea@gsk.com | GlaxoSmithKline (US): Sarah Alspach, +1-215-287-6354,
sarah.g.alspach@gsk.com Johnson & Johnson, Seema Kumar, +1-908-218-6460,
skumar10@its.jnj.com Merck KGaA: Dr. Gangolf Schrimpf, +49(151)1454-9591,
gangolf.schrimpf@merckgroup.com MSD: Kelley Dougherty, +1-908-423-4291,
kelley.dougherty@merck.com Novartis: Eric Althoff, +41(0)61-324-7999,
eric.althoff@novartis.com Pfizer: Andrew Topen, +44(0)79-6775-7688,
andrew.topen@pfizer.com Sanofi: Jean-Marc Podvin, +33(0)6-7457-5170,
jean-marc.podvin@sanofi.com DNDi: Gabrielle Landry Chappuis, +41(0)79-309-3910,
glandry@dndi.org World Bank: Derek Warren, +44(0)20-7592-8402,
dwarren1@worldbank.org


Private and Public Partners Unite to Combat 10 Neglected Tropical Diseases by 2020

LONDON, Jan. 30, 2012 /PRNewswire-AsiaNet/ —

Partners pledge innovative, coordinated action aimed at new World Health Organisation goals

Today, 13 pharmaceutical companies, the U.S., U.K. and U.A.E governments, the Bill & Melinda Gates Foundation, the World Bank and other global health organisations announced a new, coordinated push to accelerate progress toward eliminating or controlling 10 neglected tropical diseases (NTDs) by the end of the decade.

Uniting efforts with NTD-endemic countries, partners pledged to bring a unique focus to defeating these diseases and to work together to improve the lives of the 1.4 billion people worldwide affected by NTDs, most of whom are among the world’s poorest.

In the largest coordinated effort to date to combat NTDs, the group announced at an event at the Royal College of Physicians that they would: sustain or expand existing drug donation programs to meet demand through 2020; share expertise and compounds to accelerate research and development of new drugs; and provide more than US$785 million to support R&D efforts and strengthen drug distribution and implementation programmes. Partners also endorsed the “London Declaration on Neglected Tropical Diseases,” in which they pledged new levels of collaborative effort and tracking of progress.

“Today, we have joined together to increase the impact of our investments and build on the tremendous progress made to date,” said Bill Gates, co-chair of the Bill & Melinda Gates Foundation. “This innovative approach must serve as a model for solving other global development challenges and will help millions of people build self-sufficiency and overcome the need for aid.” The Gates Foundation announced a five-year, US$363 million commitment to support NTD product and operational research.

To guide the effort against NTDs, the World Health Organisation (WHO) this week unveiled a new strategy, Accelerating work to overcome the global impact of neglected tropical diseases-A roadmap for implementation [http://whqlibdoc.who.int/hq/2012/WHO_HTM_NTD_2012.1_eng.pdf ], that sets targets for what can be achieved by the end of the decade.

“The efforts of WHO, researchers, partners, and the contributions of industry have changed the face of NTDs. These ancient diseases are now being brought to their knees with stunning speed,” said Dr. Margaret Chan, Director-General of the WHO. “With the boost to this momentum being made today, I am confident almost all of these diseases can be eliminated or controlled by the end of this decade.”

New commitments from partners will close the funding gap to eradicate Guinea worm disease and expedite progress toward the 2020 goals of elimination for lymphatic filariasis, blinding trachoma, sleeping sickness and leprosy, and control of soil-transmitted helminthes, schistosomiasis, river blindness, Chagas disease and visceral leishmaniasis.

Speaking on behalf of the CEOs of the 13 pharmaceutical companies involved, Sir Andrew Witty, CEO of GlaxoSmithKline, said, “Many companies and organisations have worked for decades to fight these horrific diseases. But no one company or organisation can do it alone. Today, we pledge to work hand-in-hand to revolutionize the way we fight these diseases now and in the future.”

With new and existing pledges totaled, companies will donate an average of 1.4 billion treatments each year to those in need, according to the International Federation of Pharmaceutical Manufacturers & Associations (IFPMA). In addition, new research and development collaborative efforts and access agreements with 11 companies and the R&D organisation Drugs for Neglected Diseases initiative (DNDi) are providing unprecedented access to compound libraries that could lead to new treatments. These commitments will work in parallel with other efforts to speed the development of critical NTD treatments, including WIPO Re:Search, a database of research compounds, knowledge and expertise.

To close the funding gap for Guinea worm eradication, His Highness Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, President of the United Arab Emirates, the Gates Foundation, and the Children’s Investment Fund Foundation, will donate US$40 million to The Carter Center. These commitments complement an October pledge from the U.K. Department for International Development (DFID) that it would contribute pounds 20 million if others come forward-part of a four-year, pounds 195 million commitment to NTDs announced by DFID last week.

The U.S. Agency for International Development (USAID) also announced an $89 million appropriation by the U.S. Congress to strengthen drug delivery and distribution programmes, building on its US$212 million investment since 2006. In addition, the World Bank will extend its financing and technical support to help African countries build stronger community health systems that will integrate NTD elimination and control, as well as work with other partners to expand a trust fund to combat river blindness to other preventable NTDs in Africa.

“The world has come together to end the neglect of these horrific diseases which needlessly disable, blind and kill millions of the world’s poorest,” said Stephen O’Brien, U.K. Minister for International Development. “Britain and other partners are leading the way to provide critical treatments to millions of people, which allow children to attend school and parents to provide for their families so that they can help themselves out of poverty and eventually no longer rely on aid.”

Today’s pledges and Declaration come in response to WHO’s 2010 report, Working to overcome the global impact of neglected tropical diseases [http://whqlibdoc.who.int/publications/2010/9789241564090_eng.pdf ], which called for new resources to overcome NTDs. Representatives from the pharmaceutical industry, the Gates Foundation and other partners worked during the past year to develop this expanded, coordinated effort.

The governments of Bangladesh, Brazil, Mozambique and Tanzania, where NTDs are endemic, announced that they would implement integrated plans to defeat NTDs and devote political and financial resources to combat these diseases. All partners pledged accountability by exploring mechanisms to regularly track progress toward the 2020 goals.

“From the moment the evidence of the very heavy burden of NTDs in Mozambique was understood, the government of Mozambique has taken action and continuously increased its commitment and investment to control or eliminate these diseases,” said Dr. Alexandre Manguele, Minister of Health of Mozambique. “With the resources pledged today in the context of this partnership the government of Mozambique feels ever more assured that the mission can be accomplished.”

SPECIFIC PARTNER COMMITMENTS ANNOUNCED TODAY INCLUDE:

Sustaining, Expanding and Extending Drug Supply:

– All companies with NTD drug donation programs pledged to sustain or extend their programs to the end of the decade, and some pledged to increase their commitments. These commitments include the following:
– Sanofi, Eisai and the Bill & Melinda Gates Foundation will work together to provide 120 million DEC tablets to the WHO for their Global Lymphatic Filariasis Elimination programme. Combined with Eisai’s donation commitment that will start in 2014, these new tablets will ensure a sufficient supply of DEC from 2012 through 2020.
– Bayer will double its existing donation of nifurtimox to treat Chagas disease.
– Eisai will extend its existing donation of 2.2 billion tablets of DEC for LF to 2020.
– Gilead, which announced a donation of AmBisome for visceral leishmaniasis in 2011, will continue its program to offer VL at cost and commit to investigate and invest in technologies and processes that could reduce that cost in resource-limited countries.
– GlaxoSmithKline will extend its existing donation of albendazole to treat soil-transmitted helminthes by providing 400 million tablets per year for an additional five years to 2020, as well as continuing its donation of 600 million tablets per year to combat lymphatic filariasis.
– Johnson & Johnson will extend its existing donation of mebendazole for soil-transmitted helminthes by providing 200 million tablets per year to 2020.
– MSD will continue its unlimited donation of ivermectin to combat river blindness and lymphatic filariasis (where co-endemic with river blindness), as well as discuss the use of ivermectin to combat other diseases.
– Merck KGaA will significantly increase its annual donation of praziquantel tablets from 25 million to 250 million tablets per year, extending the program indefinitely.
– Novartis will extend its commitment to provide multi-drug therapy (rifampicin, clofazimine and dapsone) to leprosy patients worldwide in a final push against the disease.
– Pfizer will continue its donation of azithromycin for blinding trachoma until at least 2020, as well as donate the drug and placebo to a study on the reduction in mortality of children treated with azithromycin.
– Sanofi will extend its existing donation of eflornithine, melarsoprol and pentamidine for sleeping sickness to 2020, as well as logistical support to ensure that the drugs continue to reach patients at the point of care cost-free.

Accelerating R&D for New Treatments:

– Product development partnerships under the coordination of DNDi with Abbott, Johnson & Johnson and Pfizer are underway to develop new drugs to treat helminth infections, notably a macrofilaricide, which kills adult worms that cause river blindness and lymphatic filariasis.
– Abbott is conducting initial drug reformulation studies and providing scientific expertise for preclinical development, with technical and supply assistance from Johnson & Johnson.
– If pre-clinical development is successful, Johnson & Johnson will co-fund clinical development, and collaborate with other partners, including technical support from Pfizer’s staff scientists. J&J would obtain regulatory approval.
– Innovative licensing or collaboration agreements with DNDi by 11 companies-Abbott, AstraZeneca, Bayer, Bristol-Myers Squibb, Eisai,
GlaxoSmithKline, Johnson & Johnson, MSD, Novartis, Pfizer and Sanofi-are in negotiation or underway for the sharing of compounds and knowledge in order to generate new drugs for diseases including river blindness, lymphatic filariasis, sleeping sickness, Chagas disease and visceral leishmaniasis.
– DNDi and Sanofi announced a product development collaboration to co-develop a new drug candidate for sleeping sickness, oxaborole/SCYX-7158, in addition to fexinidazole, which is already in clinical development.

Increasing funding to improve drug product and operational research, delivery and implementation programmes, including prevention, monitoring and education:

– Several partners announced US$40 million in new funding to The Carter Center that will close the gap to eradicate Guinea worm. The Gates Foundation will contribute US$23.3 million, His Highness Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, President of the United Arab Emirates, will contribute US$10 million and the Children’s Investment Fund Foundation will contribute US$6.7 million.
– This funding complements pounds 20 million in funding from DFID, announced last week as part of a pounds 195 million commitment through 2015, targeted at Guinea worm disease, lymphatic filariasis, river blindness and schistosomiasis, as well as developing new programmes for blinding trachoma, visceral leishmaniasis, research and integrated country approaches.
– The Gates Foundation announced a 5-year, US$363 million commitment to overcome barriers to success and address critical gaps to achieve the control and elimination of targeted NTDs by 2020.
– USAID will continue support to over 20 countries to introduce and/or scale up integrated NTD programs, including three new countries: Mozambique, Senegal and Cambodia. The U.S. Congress appropriated $89 million to USAID for NTD control in FY2012.
– At the country level, the World Bank will extend its financing and technical support to help countries build stronger community health systems that will integrate NTD elimination and control. At the regional level, the World Bank will continue fiduciary oversight of the existing trust fund that supports the fight against river blindness in Africa, and will also work with other partners to expand the trust fund to eliminate or control preventable NTDs on the continent.
– Mundo Sano contributed US$5 million to expand work in NTD control and program enhancement for selected sites in the Americas and Africa.
– The Government of Mozambique announced specific goals for NTD control and elimination in endemic areas of the country, including:
– Reaching full geographic coverage of all endemic areas for lymphatic filariasis, soil-transmitted helminthes and schistosomiasis
– Completely mapping and reaching full geographic coverage of trachoma by 2018
– Building capacity for surveillance and action to sustain gains from mass drug administration programs
– The Governments of Brazil, Tanzania, Bangladesh and other NTD-endemic countries announced implementation of fully integrated or coordinated plans to control and eliminate NTDs in their countries.
– Three pharmaceutical companies-Merck KGaA, Novartis and Sanofi- will organize and provide funding to support prevention, monitoring, education and intensified disease control efforts.
– Lions Clubs International announced US$6.9 million in funding to support the Government of China in efforts to eliminate blinding trachoma by 2017.

Coordinating and measuring NTD commitments: Industry partners pledged to work together toward the achievement of the 2020 goals. Based on the WHO roadmap, partners will follow collective progress through a scorecard that will regularly and formally track progress including whether participating organisations are meeting their supply, research, funding and implementation commitments to work toward the 2020 goals. This process will ensure accountability and transparency and identify remaining gaps.

Speakers at today’s event at the Royal College of Physicians include:

– Dr. Margaret Chan, Director-General, World Health Organisation
– Bill Gates, Co-Chair, Bill & Melinda Gates Foundation
– Stephen O’Brien, Parliamentary Under-Secretary of State, UK Department for International Development
– Dr. Ariel Pablos-Mendez, Assistant Administrator for Global Health, US Agency for International Development
– Dr. Jorg Reinhardt, Chairman of the Board of Management, Bayer HealthCare AG
– Lamberto Andreotti, Chief Executive Officer, Bristol-Myers Squibb
– Haruo Naito, President and CEO, Eisai
– Sir Andrew Witty, Chief Executive Officer, GlaxoSmithKline
– William Weldon, Chairman, Board of Directors and Chief Executive Officer, Chairman, Executive Committee, Johnson & Johnson
– Kenneth Frazier, Chairman of the Board, President and Chief Executive Officer, MSD
– Dr. Stefan Oschmann, Executive Board member, Merck KGaA, with responsibility for the Pharmaceuticals business sector
– Joseph Jimenez, Chief Executive Officer, Novartis
– Christopher A. Viehbacher, Chief Executive Officer, Sanofi
– Paul Carter, Senior Vice-President, International Commercial Operations, Gilead
– Dr. Bernard Pecoul, Executive Director, Drugs for Neglected Diseases initiative
– Dr. Caroline Anstey, Managing Director, World Bank
– Dr. AFM Ruhal Haque, Minister of Health and Family Welfare, Bangladesh
– Jarbas Barbosa da Silva, Jr., Vice Minister for Health Surveillance, Ministry of Health, Brazil
– Dr. Alexandre Lourenco Jaime Manguele, Minister of Health, Mozambique
– Dr. Donan Mmbando, Director of Preventive Services, Ministry of Health and Social Welfare, Tanzania
A webcast of this event can be viewed at http://www.UnitingToCombatNTDs.org

SOURCE: Global Health Strategies

CONTACT: Victor Zonana, Global Health Strategies, +44(0)75-5380-9731, vzonana@globalhealthstrategies.com; Editor’s Note: Media contacts for partners follow: Bill & Melinda Gates Foundation: +1-206-709 3400, media@gatesfoundation.org DFID: Robert Stansfield, +44(0)77-7165-2597, r-stansfield@dfid.gov.uk USAID: Christopher Thomas, +1-202-712-1092, chthomas@usaid.gov AstraZeneca: Sarah Lindgreen, +44(0)20-7604-8033, sarah.lindgreen@astrazeneca.com Abbott: Colin McBean, +1-847-938 3083, colin.mcbean@abbott.com Bayer HealthCare AG: Oliver Renner, +49(0)21-4304-3302, oliver.renner@bayer.com Bristol-Myers Squibb: Patrice Grand, +33(0)1-5883-6706 patrice.grand@bms.com Eisai: Cressida Robson, +44(0)79-0831-4155, cressida_robson@eisai.net Gilead: Amy Flood, +1-650-522-5643, aflood@gilead.com GlaxoSmithKline (Global): Stephen Rea, +44(0)77-1780-1794, stephen.e.rea@gsk.com | GlaxoSmithKline (US): Sarah Alspach, +1-215-287-6354, sarah.g.alspach@gsk.com Johnson & Johnson, Seema Kumar, +1-908-218-6460, skumar10@its.jnj.com Merck KGaA: Dr. Gangolf Schrimpf, +49(151)1454-9591, gangolf.schrimpf@merckgroup.com MSD: Kelley Dougherty, +1-908-423-4291, kelley.dougherty@merck.com Novartis: Eric Althoff, +41(0)61-324-7999, eric.althoff@novartis.com Pfizer: Andrew Topen, +44(0)79-6775-7688, andrew.topen@pfizer.com Sanofi: Jean-Marc Podvin, +33(0)6-7457-5170, jean-marc.podvin@sanofi.com DNDi: Gabrielle Landry Chappuis, +41(0)79-309-3910, glandry@dndi.org World Bank: Derek Warren, +44(0)20-7592-8402, dwarren1@worldbank.org