Studi Baru Kanker Hati Primer Berencana Melibatkan 400 Pasien di Perancis

PARIS, 3 Februari 2012 / PRNewswire-AsiaNet /

‘SARAH’ – uji coba terkontrol acak kolaboratif nasional Perancis
radioembolisasi dengan mikrosfer resin yttrium-90 dengan sorafenib pada
karsinoma hepatoseluler stadium lanjut saat ini terbuka untuk perekrutan.

Permulaan SARAH, uji coba terkontrol acak yang secara langsung
membandingkan efektifitas radioembolisasi dengan mikrosfer resin yttrium-90
(mikrosfer SIR-Spheres(R); Sirtex Medical Limited, Australia) dengan sorafenib
(Nexavar(R), Bayer HealthCare Pharmaceuticals, Jerman), terapi sistematis yang
memiliki standar perawatan untuk pasien karsinoma hepatoseluler (HCC) stadium
lanjut tanpa pembedahan, diumumkan hari ini oleh kepala peneliti, Professor
Valerie Vilgrain MD, Phd, Departemen Radiologi, Beaujon Hospital, Assistance
Publique – Hopitaux de Paris, Clichy dan Universite Paris Diderot, Sorbonne
Paris Cite, Perancis.

SARAH (SorAfenib versus Radioembolization in Advanced Hepatocellular
Carcinoma) adalah tahap ketiga uji coba acak terbuka dengan beberapa pusat
penelitian, yang bertujuan merekrut 400 pasien di Perancis dengan HCC stadium
lanjut (Barcelona Clinic Liver Cancer Stadium C) dengan atau tanpa trombosit
pembuluh vena dan tidak adanya penyebaran ekstrahepatis, yang tidak dapat
dilakukan pembedahan, transplantasi hati atau ablasi frekuensi radio; ataupun
penyakit yang berkembang dan kambuh setelah terapi sebelumnya.[1]

Tujuan utama studi ini adalah untuk menilai jika radioembolisasi dengan
mikrosfer resin yttrium-90 memberikan peningkatan manfaat daya tahan
dibandingkan dengan sorafenib pada pasien dengan HCC stadium lanjut.

Professor Vilgrain mengungkapkan: “Sebanyak 20 pusat ahli kanker di
seluruh Perancis akan terlibat dalam pengujian ini. Mikrosfer SIR-SPheres telah
dipilih untuk bagian dari uji kolaboratif ini, yang dilakukan oleh ‘Assistance
Publique – Hopitaux de Paris’.”

Pada pasien dengan HCC stadium lanjut, sorafenib saat ini merupakan
pengobatan standar. Penggunaannya terkait dengan peningkatan rata-rata
kelangsungan hidup secara keseluruhan (dari 8 hingga 11 bulan pada pengujian
SHARP) tetapi sebanyak 80% pasien juga mengalami efek samping terkait
pengobatan.

Selective Internal Radiation (SIRT), yang juga dikenal sebagai
radioembolisasi, adalah pengobatan baru untuk kanker hati yang tidak dapat
dioperasi dengan memberikan dosis tinggi radiasi secara langsung ke lokasi
tumor. Ini adalah pengobatan invasif yang minimal, di mana jutaan mikrosfer
SIR-Spheres radioaktif (diameter antara 20-60 mikron) dimasukkan melalui
kateter ke hati, di mana mereka memilih target tumor hati dengan dosis radiasi
internal hingga 40 kali lebih tinggi dari radioterapi konvensional, saat masuk
ke jaringan yang masih sehat. Ada peningkatan keinginan untuk radioembolisasi
menggunakan mikrosfer resin yttrium-90 pada kelompok pasien, berdasarkan jumlah
substansial dari studi terbuka kelompok tunggal serta beberapa pusat analisis
Eropa [2] dari hasil jangka panjang yang terkait dengan kelangsungan hidup dan
keamanan radioembolisasi menggunakan mikrosfer SIR-Spheres pada pasien HCC yang
dapat dibedah. Dalam 13 studi terbuka pada kelompok tunggal pada 400 pasien HCC
stadium lanjut, perpaduan perkiraan dari rata-rata kelangsungan hidup secara
keseluruhan setelah radioembolisasi dengan mikrosfer yttrium-90 adalah 15 bulan
(min-maks: 7 hingga 27 bulan).

Mikrosfer SIR-Spheres telah disetujui untuk digunakan di Australia, Uni
Eropa (bertanda CE), New Zealand, Swiss, Turki dan beberapa negara lainnya
antara lain Asia (India, Korea, Singapura, dan Hong Kong) untuk pengobatan
tumor hati yang tidak dapat dibedah. Mikrosfer SIR-Spheres juga akan digunakan
di Amerika Serikat untuk pengobatan tumor hati metastatik yang tidak dapat
dibedah dari kanker kolorektal utama terkait dengan kemoterapi arteri
intrahepatik menggunakan floksuridin.

Professor Vilgrain berkata: “Uji SARAH adalah pengujian hipotesis bahwa
radioembolisasi menggunakan mikrosfer resin yttrium-90 dapat meningkatkan
rata-rata kelangsungan hidup pasien secara keseluruhan dengan efek samping yang
lebih sedikit dan/atau kualitas hidup yang lebih baik terkait dengan sorafenib.
Kami berharap bahwa hasil studi ini akan membantu meningkatkan prognosis
kesulitan untuk mengobati pasien.”

Tentang Karsinoma Hepatoseluler

Karsinoma Hepatoseluler (HCC) terjadi pada orang yang hatinya telah rusak
parah atai sirotik, terkait dengan kondisi seperti hepatitis dan pecandu
alkohol. Ini adalah salah satu dari 10 kanker yang umumnya terjadi di dunia,
dengan hampir 750.000 kasus yang didiagnosa setiap tahunnya, dan penyebab
ketiga terbesar pada kematian karena kanker. [3] Penyakit ini terjadi dengan
frekuensi yang amat tinggi di wilayah yang paling sering didiagnosa dengan
adanya virus hepatitis B atau C, antara lain Asia Pasifik dan Eropa Selatan.

Kanker hati dapat diobati dengan pembedahan, baik itu dengan membedah
bagian hati yang sakit, maupun transplantasi hati dari donor yang sehat.
Intervensi ini terkadang tidak sesuai untuk sebagian besar pasien, yang
kelangsungan hidupnya mulai dari beberapa bulan hingga dua tahun atau lebih
tergantung besarnya daya tahan hati mereka pada saat diagnosis dan perluasan
penyebaran tumor.

Referensi:

1) SorAfenib versus Radioembolization in Advanced Hepatocellular carcinoma
(SARAH): http://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT01482442.
2) Sangro B, Carpanese L, Cianni R et al on behalf of European Network on
Radioembolization with yttrium-90 resin microspheres (ENRY).
Survival after [90]Yresin microsphere radioembolization of hepatocellular
carcinoma across BCLC stages: A European evaluation. Hepatology 2011; 54:
868-878.
3) GLOBOCAN. Liver Cancer Incidence and Mortality Worldwide in 2008.
http://globocan.iarc.fr/factsheets/cancers/liver.asp accessed 28 June 2011.

SUMBER: Sirtex Medical Limited