Skyscanner Dibuka di Indonesia dan Seluruh Asia Pasifik

AsiaNet 48706

SINGAPURA, 19 Maret /PRNewswire-AsiaNet/ –

Setelah enam bulan membuka kantor pusat regional di Singapura, perusahaan
pencarian perjalanan terkemuka di dunia Skyscanner
[http://www.skyscanner.co.id ] tengah melihat pertumbuhan yang kuat di Indonesia
dan Asia-Pasifik secara keseluruhan dengan lalu lintas yang meningkat hingga
400 persen di pasar utama.

Ewan Gray, Direktur untuk Asia Pasifik berujar:

“Pertumbuhan pasar yang menjadi target utama kami yang mencakup Indonesia
akan dioperasikan sejak kami membuka kantor pusat di Asia Pasifik. Kecepatan
pertumbuhan pasar ini merupakan sesuatu yang hanya kita lihat di Rusia
sebelumnya, di mana kami memulai dari awal berdirinya untuk pasar kedua
terbesar dengan lebih dari 2 juta kunjungan per bulan hanya dalam beberapa
tahun.”

“Kami berharap melakukan langkah ini dengan peluncuran maskapai
penerbangan dengan biaya murah. Bila Anda menambahkan hal tersebut pada
pertumbuhan yang amat cepat dari jaringan baru di Asia-Pasifik, di mana
orang-orang merupakan pengadopsi yang paling antusias akan media sosial, ini
adalah perpaduan yang amat menarik. Dan dengan lebih banyak orang yang
mengunjungi kami melalui telepon, tablet dan aplikasi ponsel kami, bagian
internet ponsel melampaui bagian situs utama untuk pertama kalinya. Situasi
tersebut amat berbeda dari Eropa, di mana sekitar satu dari tiga pengguna
mengakses situs kami melalui ponsel.”

Skyscanner adalah salah satu dari sedikit situs pencarian perjalanan yang
tersedia secara global, yang tidak seperti para pelaku industri lainnya,
memiliki hubungan independen dengan operator maskapai penerbangan dan kantor
perjalanan online dibandingkan dengan bergantung pada data yang terpusat. Jika
membandingkan harga langsung dari penerbangan dengan kantor perjalanan online,
Skyscanner menunjukkan hasil untuk lebih dari 1000 maskapai penerbangan, yang
mencakup penerbangan dengan biaya murah dan operator pesawat. Teknologi pencari
yang revolusioner dan hubungan yang fleksibel dari Skyscanner – situs ini
tersedia dalam beberapa bahasa dan mata uang – memungkinkan setiap pengguna
untuk mencari penerbangan secara tepat dengan cara yang mereka inginkan.

Gareth Williams, CEO and pendiri bersama Skyscanner, berkata:

“Kami menghemat waktu dan uang jutaan orang dengan pengalaman pencarian
perjalanan yang komprehensif, cerdas dan mudah. Saat dibuka di Asia-Pasifik,
amat luar biasa bahwa sembilan dari sepuluh rute perjalanan udara yang paling
luas adalah di wilayah ini. Dan, yang mengejutkan bahwa keragaman dari

Tentang Skyscanner

Skyscanner adalah situs pencarian perjalanan terkemuka yang memberikan
perbandingan online langsung bagi jutaan penerbangan dengan ribuan maskapai
penerbangan, serta sewa mobil dan hotel.

Follow Skyscanner di:
Twitter [http://www.twitter.com/SkyscannerID ] dan
Facebook [http://www.facebook.com/SkyscannerIndonesia ]

Catatan untuk Redaktur

Pengunduhan aplikasi perbandingan penerbangan Skyscanner saat ini
menjangkau lebih dari 6 juta. Skyscanner tersedia dalam 29 bahasa termasuk
China, Jepang, Korea, Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu dan Tagalog, dan lebih
dari 70 mata uang. Pencarian sebanyak 75 juta setiap bulannya di Skyscanner
telah menghasilkan pendapatan sekitar US$ 2 miliar untuk mitra perusahaan
penerbangan dalam 12 bulan terakhir. Dalam hal pendapatan, grup ini
mengharapkan lebih dari £30 juta (US$ 47 juta) untuk tahun 2012, mewakili lebih
dari pertumbuhan sebesar 50 persen dari tahun ke tahun pada tahun 2011.
Skyscanner mempekerjakan 130 staf di kantor-kantornya di Eropa (Edinburgh,
Skotlandia) dan Asia-Pasifik (Singapura).

SUMBER: Skyscanner


Skyscanner Takes Off in Indonesia and Across Asia-Pacific

SINGAPORE, Mar. 19/PRNewswire-AsiaNet –

Six months on from opening its regional headquarters in Singapore, world leading travel search company Skyscanner [http://www.skyscanner.co.id ] is seeing strong growth in Indonesia and Asia-Pacific as a whole with traffic increases of up to 400 per cent in key markets.

Ewan Gray, Director for Asia Pacific, says:

“Growth in our primary target markets including Indonesia has really taken off since we opened our Asia-Pacific headquarters. This speed of growth is something we’ve only seen before in Russia, where we went from a standing start to our second biggest market with over 2 million visits per month in only a couple of years.”

“We expect to see this pace continue with the launch of low cost airlines in Asia. When you add that to the rapid growth of new channels in Asia-Pacific, where people are the most enthusiastic adopters of social media, it’s a really exciting mix. And with more people visiting us from phones, tablets and our mobile apps, mobile internet sessions are outstripping main site sessions for the very first time. That’s quite different from Europe, where roughly one in three users accesses our site through mobile.”

Skyscanner is one of only a few truly one-stop travel search sites available globally that has, unlike most other industry players, independent relations with airline operators and online travel agents rather than relying on centralised data. Comparing prices direct from the airlines with online travel agents, Skyscanner shows results for over 1000 airlines, including low cost airlines and flagship carriers. Skyscanner’s revolutionary search technology and flexible interface – sites are available in many different languages and currencies – allow every user to search for flights in precisely the way they want.

Gareth Williams, CEO and co-founder of Skyscanner, says:

“We are all about saving millions of people time and money with a comprehensive, intelligent and simple travel search experience. When it comes to Asia-Pacific, it is remarkable that nine out of ten of the most highly travelled air routes are in the region. And, it is striking that the diversity of the

About Skyscanner

Skyscanner is a leading travel search site providing instant online comparisons for millions of flights on over a thousand airlines, as well as car hire and hotels

Follow Skyscanner on:
Twitter [http://www.twitter.com/SkyscannerID ] and
Facebook [http://www.facebook.com/SkyscannerIndonesia ]

Notes to editors

Skyscanner flight comparison app downloads are currently at over 6 million. Skyscanner is available in 29 languages including Chinese, Japanese, Korean, Bahasa Indonesian, Bahasa Malay and Tagalog, and over 70 currencies. The 75 million searches per month on Skyscanner have generated downstream revenues of approximately US$2 billion for airline partners in the last 12 months. In revenue terms, the group expects to top the £30 million (US$47 million) mark for 2012, representing over 50 per cent year-on-year growth against 2011. Skyscanner employs 130 staff at its European (Edinburgh, Scotland) and Asia-Pacific (Singapore) offices.

SOURCE: Skyscanner