Studi Banding Terbesar Radioembolisasi Menunjukkan Mikrosfer SIR-Spheres SecaraSignifikan Meningkatkan Kelangsungan Hidup Penderita Kanker dengan Tumor Hatiyang Tak Dapat Dibedah

AsiaNet 48759

ORLANDO, 24 Maret/ PRNewswire-AsiaNet/ —

– Data Baru di Australia Memberikan Bukti Lebih Lanjut Manfaat
Kelangsungan Hidup untuk Radioembolisasi

Penemuan dari studi banding beragam pusat terbesar yang dilakukan hingga
saat ini dengan menggunakan radioembolisasi mengumumkan manfaat kelangsungan
hidup yang jauh lebih lama dengan mikrosfer SIR-Spheres pada pasien tumor hati
dengan pengobatan refraktur dari kanker kolorektal dan kanker lainnya. Hasil
studi diumumkan hari ini pada Simposium Tahunan ke-65 Komunitas Bedah Onkologi,
oleh Rekan Profesor Lourens Bester, Direktur Radiologi di St. Vincent Hospital
di Sydney.[1]

Radioembolisasi, yang juga disebut Selective Internal Radiation Therapy
atau SIRT, adalah upaya baru untuk mengobati tumor hati menggunakan mikrosfer
yang disebut radioaktif yttrium-90 (90Y). Mikrosfer dimasukkan oleh ahli
radiologi intervensi untuk menunjukkan secara selektif tumor dengan radiasi
saat mengambil sisa jaringan hati yang masih sehat.

Prof. Bester dan rekannya mengevaluasi 463 pasien dengan refraktur
kemoterapi tumor hati dan menemukan bahwa “radioembolisasi terkait dengan
peningkatan yang signifikan dan secara klinis berarti adanya manfaat dari
kelangsungan hidup. Sementara faktor perpaduan dapat berperan, menawarkan
pengobatan yang dapat memberikan prognosis terbaik bagi para pasien,” ujarnya.

Di antara 251 pasien metastasis hati kolorektal, kelangsungan hidup
rata-rata 220 pasien yang diobati dengan mikrosfer SIR-Spheres adalah 11,6
bulan, dibandingkan dengan hanya 6,6 bulan untuk 31 pasien yang mendapat
perawatan dukungan standar atau terbaik (p=0,021). Pada 212 pasien dengan tumor
hati dari kanker lainnya, antara lain cholangiocarcinoma (41), neuroendokrin
(40), hepatoseluler karsinoma (27), pankreas (13) payudara (11), lambung (9)
dan kanker lainnya (71), kelangsungan hidup rata-rata adalah 9,5 bulan pada 180
pasien yang diobati dengan mikrosfer SIR-Spheres dibandingkan dengan 2,6 bulan
pada 32 pasien yang menerima perawatan dukungan standar maupun terbaik
(p=0,013).

“Peningkatan yang signifikan dalam kelangsungan hidup secara keseluruhan
dalam penelitian ini mengumumkan manfaat yang ditunjukkan dalam dua studi
banding sebelumnya namun lebih kecil yang dilakukan pada pasien dengan
pengobatan refraktori metastasis hati kolorektal, terutama uji coba beragam
pusat terkontrol secara acak tahap III yang dilakukan oleh Hendlisz dan
rekannya di Belgia, dan analisis kesesuaian oleh Seidensticker dan rekan dari
Magdeburg, Jerman, yang melaporkan rata-rata kelangsungan hidup masing-masing
pasien sebesar 10,0 dan 8,3 bulan,” tambah Prof Bester. [2,3]

Dua uji coba besar internasional yang terkontrol secara acak saat ini
dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan radioembolisasi menggunakan
mikrosfer SIR-Spheres untuk kemoterapi tahap pertama untuk menilai apakah
pengobatan ini harus digunakan sebagai intervensi awal dalam pengobatan pasien
metastasis kanker hati kolorektal. Selain itu, tiga uji coba besar terkontrol
secara acak tengah mengevaluasi radioembolisasi menggunakan mikrosfer
SIR-Spheres pada kanker hati.

Tentang penelitian

Tujuan dari penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit St Vincent adalah
membandingkan hasil pasien tumor hati yang diobati menggunakan
radioembolisation dengan pasien yang menerima perawatan dukungan standar atau
terbaik dalam pengaturan pengobatan refraktur penyakit.

Seluruh pasien yang menjalani refraktur kemoterapi tumor hati secara
radiologis menunjukkan kemajuan, dan tidak lagi memenuhi syarat untuk model
pengobatan lainnya seperti reseksi, ablasi atau kemoemboisasi.

Studi ini tidak mencakup seluruh pasien metastasis ekstrahepatik yang
luas, gejala yang mengharuskan mereka untuk tidur selama lebih dari 50% dari
waktu bangun tidur (status kinerja ECOG > 2), beban tumor hati yang berlebihan
(> 75% dari hati yang diganti oleh tumor) dan/atau membahayakan fungsi sisa
hati.

Dari 463 pasien yang menjalani evaluasi awal untuk radioembolisasi, 63
pasien dianggap tidak cocok, karena untuk (a) anatomi arteri hati yang tidak
dapat diperbaiki dan yang dapat menyebabkan komplikasi, (b) hepatopulmonari
yang luas yang berada di antara hati dan paru-paru, sehingga timbul potensi
paparan radiasi berlebih pada paru-paru (> 30 Gy), atau (c) alasan yang
berkaitan dengan persetujuan pasien, seperti preferensi untuk pilihan
pengobatan lain.

“Para pasien yang tidak sesuai untuk radioembolisasi dirujuk kembali pada
dokter yang mengobati mereka untuk pengobatan konservatif atau perawatan
dukungan berkelanjutan,” jelas Prof Bester. “Kelompok ini tidak mungkin untuk
mewakili pasien dengan penyakit yang lebih maju dan akibatnya digunakan sebagai
perawatan standar perbandingan kelompok.”

Tentang Kanker Kolorektal

Pada tahun 2008, 153.000 orang di Amerika Serikat dan 333.000 di Uni Eropa
didiagnosis mengidap kanker kolorektal. [4] Sekitar setengah dari pasien akan
meningkatkan metastasis yang telah menyebar dari asal mula tempat penyakit
berada, yang didominasi ke hati. Hingga 90% dari pasien ini akhirnya meninggal
karena gagal hati yang disebabkan oleh penyebaran penyakit.

Referensi:

1. Saxena A, Chua TC, Meteling B et al. Radioembolization with yttrium-90
microspheres is associated with a significantly improved survival compared to
conservative therapy after treatment of unresectable hepatic tumors: A large
single center experience of 537 patients. 65th Annual Cancer Symposium of the
Society of Surgical Oncology, Asia-Pacific Journal of Clinical Oncology 2012; 7
(Supplement s4): Abstract 212.
2. Hendlisz A, Van den Eynde M, Peeters M et al. Phase III trial
comparing protracted intravenous fluorouracil infusion alone or with yttrium-90
resin microspheres radioembolization for liver-limited metastatic colorectal
cancer refractory to standard chemotherapy. Journal of Clinical Oncology 2010;
28: 3687-3694.
3. Seidensticker R, Denecke T, Kraus P et al. Matched-pair comparison of
radioembolization plus best supportive care versus best supportive care alone
for chemotherapy refractory liver-dominant colorectal metastases.
Cardiovascular and Interventional Radiology 2011; ePub doi:
10.1007/s00270-011-0234-7.
4. International Agency for Research on Cancer. GLOBOCAN 2008: Colorectal
Cancer Incidence and Mortality Worldwide in 2008.
http://globocan.iarc.fr/factsheets/cancers/colorectal.asp accessed 12/8/2011.

SUMBER: St Vincent’s Hospital Sydney Limited


Largest Comparative Study of Radioembolisation Shows SIR-Spheres Microspheres Significantly Improves Survival for Cancer Patients with Inoperable Liver Tumours

ORLANDO, Mar. 24/ PRNewswire-AsiaNet/ —

– New Australian Data Provides Further Evidence of Survival Benefit for Radioembolisation

Findings from the largest comparative multi-centre study performed to date using radioembolisation report a significantly prolonged survival benefit following SIR-Spheres microspheres in patients with treatment-refractory liver tumours from colorectal and other cancers. The results of the study were presented today at the 65th Annual Cancer Symposium of the Society of Surgical Oncology, by Associate Professor Lourens Bester, Director of Radiology at St Vincent’s Hospital, Sydney.[1]

Radioembolisation, which is also called Selective Internal Radiation Therapy or SIRT, is a novel approach to treating liver tumours using microspheres labelled with radioactive yttrium-90 (90Y). The microspheres are implanted by interventional radiologists to selectively target the tumours with radiation while sparing the remaining healthy liver tissue.

Prof. Bester and his colleagues evaluated 463 patients with chemotherapy refractory liver-dominant tumours and found that “radioembolisation is associated with a significantly improved and clinically meaningful survival benefit. Whilst confounding factors may play a role, offering this treatment may confer the best prognosis for these patients,” he said.

Among the 251 patients with colorectal liver metastases, median survival in the 220 patients treated with SIR-Spheres microspheres was 11.6 months, compared to only 6.6 months for the 31 patients who received standard or best supportive care (p=0.021). In 212 patients with liver tumours from other cancers, including cholangiocarcinoma (41), neuroendocrine (40), hepatocellular carcinoma (27), pancreatic (13) breast (11), gastric (9) and other cancers (71), median survival was 9.5 months in the 180 patients treated with SIR-Spheres microspheres versus 2.6 months in 32 patients who received standard or best supportive care (p=0.013).

“The significant improvement in overall survival in this study confirm the benefits demonstrated in two previous but smaller comparative studies that were performed in patients with treatment-refractory colorectal liver metastases, notably the multi-centre phase III randomised controlled trial conducted by Hendlisz and colleagues in Belgium, and the matched-pair analysis by Seidensticker and colleagues from Magdeburg, Germany, that reported median survivals of 10.0 and 8.3 months, respectively,” Prof. Bester added.[2,3]

Two large international randomised controlled trials are currently underway to evaluate the effectiveness of adding radioembolisation using SIR-Spheres microspheres to first-line chemotherapy in order to assess whether this treatment should be used as an early intervention in the treatment of patients with colorectal cancer liver metastases. In addition, three large randomised controlled trials are evaluating radioembolisation using SIR-Spheres microspheres in hepatocellular carcinoma.

About the study

The aim of the study conducted at St Vincent’s Hospital was to compare the outcomes of patients with liver tumours treated using radioembolisation with patients receiving standard or best supportive care alone in the setting of treatment-refractory disease.

All patients had chemotherapy refractory liver-dominant tumours with radiologically confirmed progression, and were no longer qualified for other treatment modalities such as resection, ablation or chemoembolisation.

The study excluded any patient with extensive extrahepatic metastases, symptoms that confined them to bed for more than 50% of the waking hours (ECOG performance status >2), excessive liver tumour burden (>75% of liver replaced by tumour) and/or compromised residual liver function.

Of the 463 patients who underwent initial evaluation for radioembolisation, 63 patients were considered unsuitable, due either to (a) hepatic arterial anatomy that could not be corrected and which could otherwise have led to complications, (b) extensive hepatopulmonary shunting between the liver and lungs, which raised the potential for excess radiation exposure to the lungs (>30 Gy), or (c) reasons relating to patient consent, such as a preference for another treatment option.

“The patients who were unsuitable for radioembolisation were referred back to their treating physician for conservative treatment or continued supportive care,” explained Prof Bester. “This group was unlikely to represent patients with more advanced disease and was consequently used as a standard-care comparison cohort.”

About Colorectal Cancer

In 2008, 153,000 people in the United States of America and 333,000 in the European Union were diagnosed with colorectal cancer.[4] Around half of these patients will develop metastases that have spread from the original site of the disease, predominately to the liver. Up to 90% of these patients ultimately die from liver failure due to the spread of the disease.

References:

1. Saxena A, Chua TC, Meteling B et al. Radioembolization with yttrium-90 microspheres is associated with a significantly improved survival compared to conservative therapy after treatment of unresectable hepatic tumors: A large single center experience of 537 patients. 65th Annual Cancer Symposium of the Society of Surgical Oncology, Asia-Pacific Journal of Clinical Oncology 2012; 7 (Supplement s4): Abstract 212.
2. Hendlisz A, Van den Eynde M, Peeters M et al. Phase III trial comparing protracted intravenous fluorouracil infusion alone or with yttrium-90 resin microspheres radioembolization for liver-limited metastatic colorectal cancer refractory to standard chemotherapy. Journal of Clinical Oncology 2010; 28: 3687-3694.
3. Seidensticker R, Denecke T, Kraus P et al. Matched-pair comparison of radioembolization plus best supportive care versus best supportive care alone for chemotherapy refractory liver-dominant colorectal metastases. Cardiovascular and Interventional Radiology 2011; ePub doi: 10.1007/s00270-011-0234-7.
4. International Agency for Research on Cancer. GLOBOCAN 2008: Colorectal Cancer Incidence and Mortality Worldwide in 2008. http://globocan.iarc.fr/factsheets/cancers/colorectal.asp accessed 12/8/2011.

SOURCE: St Vincent’s Hospital Sydney Limited