Ranking Menunjukkan Pengurangan Berkelanjutan Batas Penggunaan Belerang untukDiesel di Seluruh Dunia

AsiaNet 49490

HOUSTON, 30 Mei 2012 /PRNewswire-AsiaNet/ —

– Swedia, Jerman, dan Jepang Berada di Peringkat 100 Besar IFQC

International Fuel Quality Center (IFQC)
(http://www.hartenergy.com/Downstream/Research-And-Consulting/International-Fuel
-Quality-Center) berada di peringkat 100 Besar untuk negara yang berbasis pada
batas penggunaan belerang untuk bahan bakar diesel dan menemukan sebanyak 44
negara saat ini dapat merasa bangga karena bahan bakar diesel untuk kendaraan
mereka adalah yang terbersih di dunia.

“Pengurangan sulfur tetap penting dan unik, karena merupakan satu-satunya
komponen untuk proses penyulingan bahan bakar minyak bumi yang mengurangi
seluruh polutan udara yang dihasilkan dari sektor transportasi. Inilah penyebab
adanya penambahan tekanan dan gerakan untuk mengurangi batas belerang pada
kategori lainnya, seperti bahan bakar dari laut,” ungkap Liisa Kiuru-Griffith,
Direktur Eksekutif, IFQC.

Armenia dan New Caledonia bergabung dengan grup yang dipilih untuk
peringkat atas IFQC dengan menyelesaikan transisi di seluruh dunia untuk bahan
bakar diesel dengan kandungan belerang sebanyak 10ppm. 47 negara di peringkat
atas membagi batas penggunaan belerang sebanyak 15ppm atau kurang dari 15 ppm
dengan jangka waktu penggunaan yang berbeda.

Enam negara maju pada daftar tahun 2012, dipimpin oleh Ekuador, yang
berada di peringkat 100 Besar dengan mengurangi batas maksimum belerang dari
7.000 ppm hingga 500 ppm dan meningkatkan 47 titik menjadi urutan ke-83. Arab
Saudi bergabung dengan Ekuador di urutan 83 dengan meningkatkan 23 titik.
Kandungan maksimum belerang untuk diesel ini dikurangi dari 880 ppm menjadi 500
ppm.

“Dengan penyulingan ini menyebabkan pertumbuhan terbesar untuk seluruh
produk minyak bumi di dunia, hal itu menciptakan tantangan yang lebih besar
dalam memenuhi persyaratan ketat untuk kualitas,” ungkap Kristine Klavers,
Wakil Presiden Senior, Hart Energy. “Kami semua di IFQC mengucapkan selamat
bagi pemerintah, produsen mobil, penyuling, dan pemasok tekologi di seluruh
dunia – semua yang juga telah berkontribusi pada salah satu kisah keberhasilan
besar untuk lingkungan di dunia.”

Analisa IFQC berbasis pada peringkat batas maksimum yang diizinkan dengan
standar nasional dan waktu penerapan. Daftar lengkapnya dapat dilihat di
http://www.ifqc.org.

Hart Energy (http://www.hartenergy.com) memberikan produk data/informasi
khusus dan layanan anggota untuk khalayak yang ditargetkan di seluruh dunia dan
berada di antara penyedia terkemuka berita, data, dan analisis untuk industri
energi global. Keahlian utama publikasi dan konsultasi telah diperluas untuk
berbagai produk (database, peta) dan layanan online (informasi kebijakan
dan pasar) serta konferensi industri dan pameran (DUG). Klien Hart Energy
berasal dari industri energi, komunitas keuangan dan investasi, industri teknik
dan otomotif, perusahaan listrik, LSM terkemuka dan pemerintah utama di dunia.

Kontak: Susan D. Emfinger (semfinger@hartenergy.com)
tel +1-713-260-1069

SUMBER: International Fuel Quality Center (IFQC)


Ranking Shows Continued Global Reductions in Diesel Sulfur Limits

HOUSTON, May 30, 2012 /PRNewswire-AsiaNet/ —

– Sweden, Germany, Japan lead IFQC’s Top 100

The International Fuel Quality Center (IFQC) (http://www.hartenergy.com/Downstream/Research-And-Consulting/International-Fuel-Quality-Center) has ranked the Top 100 countries based on sulfur limits in on-road diesel and found that 44 countries can now boast that their on-road diesel fuel is the cleanest in the world.

“Sulfur reduction remains essential and unique, as it is the only component of the refining process for petroleum fuels that lowers all airborne pollutants from the transport sector. This is why there is added pressure and a movement to reduce sulfur limits in other categories, like marine fuels,” according to Liisa Kiuru-Griffith, executive director, IFQC.

Armenia and New Caledonia joined the select group atop IFQC’s annual ranking by completing their nationwide transitions to diesel fuel with sulfur content of 10 ppm. The top 47 countries share a maximum sulfur limit of 15 ppm or less with varying implementation timelines.

Six countries advanced in the 2012 list, led by Ecuador, which joined the Top 100 by lowering its maximum sulfur limit from 7,000 ppm to 500 ppm and moving up 47 spots to No. 83. Saudi Arabia joined Ecuador at No. 83 by rising 23 spots. Its maximum diesel sulfur content was lowered from 800 ppm to 500 ppm.

“With distillates experiencing the largest growth among all petroleum products globally, it makes it even more challenging to achieve such strict quality requirements,” said Kristine Klavers, senior vice president, Hart Energy. “All of us at IFQC extend hearty congratulations to global governments, automakers, refiners, and technology suppliers – all who contributed equally to one of the world’s great environmental success stories.”

IFQC’s analysts based the rankings on maximum allowable limits in national standards and year of implementation. The complete list can be found at http://www.ifqc.org.

Hart Energy (http://www.hartenergy.com) provides specialized data/information products and member-only services to targeted audiences worldwide and ranks among the leading providers of news, data, and analysis for the global energy industry. Its core publishing and consulting expertise has been extended to online products (databases, maps) and services (policy and market information) as well as industry conferences and exhibitions (DUG). Hart Energy clients derive from the energy industry, the financial and investment community, engineering and automotive industries, utilities, leading NGOs, and the world’s major governments.

Contact: Susan D. Emfinger (semfinger@hartenergy.com)
tel +1-713-260-1069

SOURCE: International Fuel Quality Center (IFQC)