Pemimpin Umat Buddha Menyoroti Kebutuhan akan Pendidikan, PemberdayaanMenjelang Konferensi Rio+20

AsiaNet 49578

TOKYO, 7 Juni /Kyodo JBN-AsiaNet/ —

Daisaku Ikeda, Presiden Asosiasi Umat Buddha Soka Gakkai International
(SGI), mengumumkan proposal pada tanggal 6 Juni yang menekankan bahwa
pemberdayaan individu dan masyarakat sangat penting untuk mencapai masyarakat
global berkelanjutan. Proposal ini menyoroti berbagai ide terkait dengan
Konferensi PBB Rio+20 tentang Pengembangan Berkelanjutan yang dibuka di Rio de
Janeiro, Brasil, pada tanggal 20 Juni.

Ikeda berujar: “Sangat tidak masuk akal mempertimbangkan pencapaian
berkelanjutan hanya sebagai masalah kebijakan yang sesuai untuk menemukan
keseimbangan yang lebih baik antara pentingnya perekonomian dan ekologi. Selain
itu, kesinambungan ini harus dipahami sebagai tantangan dan upaya yang
memerlukan komitmen seluruh individu…membangun masyarakat yang menyelaraskan
prioritas tertinggi hingga martabat kehidupan.”

Proposal yang berjudul “For a Sustainable Global Society: Learning for
Empowerment and Leadership,” menekankan bahwa pendidikan adalah hal utama.

Ikeda adalah perintis kuat dalam mendirikan Decade of Education for
Sustainable Development (DESD) PBB yang berakhir pada tahun 2014, dan saat ini
menyerukan untuk meneruskan kerangka kerja, program pendidikan bagi masyarakat
global yang berkelanjutan yang dimulai pada tahun 2015, fokus untuk
mengembangkan agen bagi perubahan positif. Program seperti itu harus memberikan
peningkatan pada pemberdayaan dan lebih dari itu, untuk kepemimpinan, jika
ingin menghasilkan transformasi yang nyata.

Ikeda mengajukan ide untuk reformasi kelembagaan yang belum tercapai di
kantor PBB yang bertanggung jawab untuk perkembangan dan perlindungan
lingkungan. Beliau menunjukkan konsolidasi dari UN Development Programme (UNDP)
dan UN Environment Programme (UNEP) serta lembaga terkait untuk menciptakan
“organisasi global untuk pengembangan berkelanjutan” yang terpadu.

Beliau mengusulkan hubungan kolaboratif yang lebih penting dengan
masyarakat sipil dan “komite generasi di masa depan” sebagai forum melalui
perwakilan kaum muda yang menyarankan dibentuknya organisasi baru untuk rencana
dan kebijakan tahunan.

Ikeda juga menekankan kebutuhan akan serangkaian tujuan pengembangan
berkelanjutan, dengan fokus pada masyarakat setempat sebagai sarana
pembelajaran dan aksi jangka panjang.

Contoh keterlibatan proaktif mencakup penanaman pohon, upaya pencegahan
bencana, memperkuat produksi dan konsumsi lokal, mempromosikan daur ulang dan
mendorong pengenalan energi yang diperbaharui.

Pandangan Ikeda tentang tempat manusia di planet kita penuh dengan
harapan. Ia berujar: “Meskipun sumber daya fisik amat terbatas, tetapi potensi
manusia tak terbatas, sebagaimana kapasitas kami untuk menciptakan nilai. Arti
penting kesinambungan ini adalah sebagai konsep dinamis di mana adanya upaya
maupun persaingan untuk menghasilkan nilai positif dan berbagi hal tersebut
dengan dunia dan masa depan.”

Proposal dapat dilihat di:
www.sgi.org/sgi-president/proposals/environment-2012.html.

Sehubungan dengan Konferensi Rio+20, “Seeds of Hope: Visions of
sustainability, steps toward change,” pameran yang digelar oleh SGI, Earth
Charter International dan Kota Rio de Janeiro, yang akan ditampilkan dalam
bahasa Inggris dan Portugis di Planetarium of Rio de Janeiro mulai dari tanggal
16 Juni hingga 15 Juli.

Film berdurasi 10 menit berjudul “Nurturing Seeds of Hope in the Amazon,”
menyoroti tugas pendidikan lingkungan di Amazon Ecological Conservation Center
yang didirikan oleh Bapak Ikeda pada tahun 1992 dan akan dirilis di Planetarium
pada tanggal 15 Juni. Kunjungi:
www.sgi.org/resource-center/video-and-audio/educational-tools/nurturing-seeds-of-hope.html

Konferensi Rio+20, diskusi tentang belajar untuk pemberdayaan, menyatukan
pengalaman dari pendidikan terkait dengan kesinambungan, perdamaian dan
pelucutan senjata serta hak asasi manusia, akan digelar oleh SGI dan organisasi
lainnya pada tanggal 20 Juni di Ruang T-10 di Riocentro mulai pukul 19:00

Daisaku Ikeda (1928- ) adalah filsuf Buddha, penulis dan pencetus
perdamaian. Sejak tahun 1970 beliau telah terlibat dalam dialog dan mengumumkan
proposal terkait untuk perdamaian dan perlindungan lingkungan.

SUMBER: Soka Gakkai International

KONTAK:
Joan Anderson
Kantor Informasi Publik
Soka Gakkai International
Tel: +81-80-5957-4711
Fax: +81-3-5360-9885
E-mail: janderson[at]sgi.gr.jp


Buddhist Leader Highlights Need for Education, Empowerment in Advance of Rio+20 Meeting

TOKYO, June 7 /Kyodo JBN-AsiaNet/ —

Daisaku Ikeda, president of the Soka Gakkai International (SGI) Buddhist association, issued a proposal on June 6 stressing that empowerment of individuals and communities is vital to achieving a sustainable global society. The proposal puts forward ideas related to the Rio+20 UN Conference on Sustainable Development opening in Rio de Janeiro, Brazil, on June 20.

Ikeda states: “It is unacceptable to consider the pursuit of sustainability as simply a matter of adjusting policies in order to find a better balance between economic and ecological imperatives. Rather, sustainability must be understood as a challenge and undertaking requiring the commitment of all individuals … constructing a society that accords highest priority to the dignity of life.”

The proposal, entitled “For a Sustainable Global Society: Learning for Empowerment and Leadership,” emphasizes that education is key.

Ikeda was a strong advocate of establishing the UN Decade of Education for Sustainable Development (DESD) which ends in 2014, and he now calls for a successor framework, an educational program for a sustainable global society to start in 2015, focused on fostering agents of positive change. Such a program should give rise to empowerment, and beyond that, to leadership, if it is to generate real transformation.

Ikeda puts forward ideas for far-reaching institutional reform of the United Nations agencies responsible for development and environmental protection. He suggests the consolidation of the UN Development Programme (UNDP) and the UN Environment Programme (UNEP) and related agencies to create one integrated “global organization for sustainable development.”

He proposes a more substantial collaborative relationship with civil society and a “committee of the future generations” as a forum through which youth representatives could advise the new organization on its annual plans and policies.

Ikeda also stresses the need for a set of sustainable development goals, with a focus on the local community as a site of both lifelong learning and action.

Examples of proactive engagement might include tree planting, disaster prevention efforts, strengthening local production and consumption, promotion of recycling and encouraging the introduction of renewable energy.

Ikeda’s view of humanity’s place on our planet is ultimately hopeful. He comments: “Although physical resources are finite, human potential is infinite, as is our capacity to create value. The real significance of sustainability is as a dynamic concept in which there is a striving or competition to generate positive value and share it with the world and with the future.”

The proposal is at: www.sgi.org/sgi-president/proposals/environment-2012.html.

In connection with the Rio+20 Conference, “Seeds of Hope: Visions of sustainability, steps toward change,” an exhibition co-organized by SGI, the Earth Charter International and the City of Rio de Janeiro, will be shown in English and Portuguese at the Planetarium of Rio de Janeiro from June 16 to July 15.

A 10-minute film, “Nurturing Seeds of Hope in the Amazon,” highlighting the environmental education work of the Amazon Ecological Conservation Center founded by Mr. Ikeda in 1992 will be launched at the Planetarium on June 15. See:
www.sgi.org/resource-center/video-and-audio/educational-tools/nurturing-seeds-of-hope.html

At the Rio+20 Conference, a roundtable discussion on learning for empowerment, pooling experience from education related to sustainability, peace and disarmament and human rights, will be hosted by SGI and other organizations on June 20 in Room T-10 at Riocentro from 19:00.

Daisaku Ikeda (1928- ) is a Buddhist philosopher, author and peacebuilder. Since the 1970s, he has engaged in dialogues and issued proposals related to peace and environmental protection.

SOURCE: Soka Gakkai International

Contact:
Joan Anderson
Office of Public Information
Soka Gakkai International
Tel: +81-80-5957-4711
Fax: +81-3-5360-9885
E-mail: janderson[at]sgi.gr.jp