Bayer Animal Health Membantu Produsen Babi dalam Konsumsi di Dunia

AsiaNet 49635

JEJU, Korea Selatan, 10 Juni /PRNewswire-AsiaNet/ —

– Perusahaan Kesehatan Hewan terkemuka menempatkan masa depan produksi babi
dalam agenda pertemuan penting

Bayer Animal Health menggunakan acara Kongres International Pig Veterinary
Society (IPVS) ke-22 di Jeju, Korea Selatan, untuk mengumumkan program
aktivitas-aktivitas baru yang bertujuan mengubah produksi ternak.

Sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan
bagi produsen ternak, Bayer Animal Health menggelar International Bayer Pig
Symposium ke-4 di Jeju pada tanggal 10 Juni, yang memberi lebih dari 200 dokter
hewan dan produsen babi di 19 negara guna mengakses pemikiran baru tentang
solusi praktis untuk berbagai masalah yang disebabkan oleh perubahan global.
Acara ini selanjutnya diikuti oleh Satellite Symposium di Kongres IPVS dengan
tokoh-tokoh akademis terkemuka yang membahas masa depan produksi babi di dunia
dalam meningkatkan konsumsi dan mengurangi sumber daya alam.

Wolfgang Muller, Kepala Pemasaran Global Produk Hewan Ternak di Bayer
Animal Health berujar “Di Bayer Animal Health, kami sadar akan tantangan yang
dihadapi industri ternak babi dalam beberapa tahun mendatang: kebutuhan untuk
memberikan peningkatan produktivitas dengan biaya murah dan melestarikan sumber
daya serta melindungi kesehatan dan kesejahteraan hewan adalah isu utama.
Seluruh produsen ternak perlu bekerjasama untuk memenuhi berbagai tantangan
yang ada. Dengan simposium ini dan acara lainnya yang sejenis, kami akan terus
memberikan wawasan lokal, ilmu pengetahuan, inovasi dan keahlian global guna
membantu produsen ternak agar bertahan dan berkembang di masa yang penuh
tantangan ini.”

Berbagi Pengetahuan Lokal

International Bayer Pig Symposium ke-4 dipimpin oleh Dr. Bent Nielsen,
Perwakilan dari Swine Veterinary Association Denmark, yang fokus untuk berbagi
pengetahuan lokal guna memberikan pedoman praktis bagi produsen ternak babi dan
dokter hewan dalam meningkatkan kesejahteraan dan produksi babi saat ini dan di
masa depan.

Simposium ini dibuka oleh Dr. Kees Scheepens dari FarmulaOne di Belanda,
yang mengajak peserta untuk berpartisipasi melalui dasar konsep baru Pig
Signals(R) serta Dr. Joaquim Segales dari Universitat Autonoma de Barcelona,
Spanyol, memberikan saran praktek untuk merancang program vaksinasi babi yang
memaksimalkan hasil serta meminimalkan biaya. Dr. Kyoungjin Kim dari Pig and
Health Vet Group di Korea Selatan, memberikan pembaharuan kondisi saat ini dari
Porcine Epidemic Diarrhoea (PED) di Korea Selatan, menunjukkan angka kematian
pada babi yang menyusui naik hingga 100%. Menurut Dr Kim, tren baru ini akan
terlihat pada infeksi PED di Korea Selatan, dengan tingkat kematian yang lebih
rendah (20-30% hingga 80-100%) terjadi pada anak babi yang tengah menyusui pada
musim dingin tahun 2011/2012. Namun, Dr Kim menekankan bahwa pencegahan adalah
kunci untuk mengontrol PED, dengan konsep keamanan bio yang diterapkan dalam
mengurangi jumlah wabah.

Pada akhirnya, Dr Anders Holm dari Odder Veterinary Practice di Denmark
mengajak peserta untuk terlibat melalui upayanya dalam meningkatkan kepedulian
terhadap infeksi koksidiosis di China dengan ‘lab-on-wheels’, yang dikembangkan
oleh Bayer Animal Helath. Dr Holm di China memberi para produsen babi
sebelumnya akses yang tidak terjangkau ke fasilitas laboratorium guna mengakses
kehadiran koksidiosis di ladang peternakan mereka. Menurut Dr Holm, “Produsen
babi di China sangat tertarik dengan bertukar pengalaman dengan mitra di luar
negeri. Saya juga yakin bahwa produsen di Eropa dapat belajar dari para mitra
di China, dalam mengurangi biaya bangunan dan penyakit yang belum ada di Eropa
sering terjadi di China.”

‘Feeding the World…or saving the planet?

Pada Satellite Symposium yang digelar tanggal 11 Juni, kebutuhan akan
pedoman praktek dalam memaksimalkan nilai produksi dibahas oleh 400 dokter
hewan dan produsen babi di seluruh dunia. Diskusi langsung yang berjudul
‘Feeding the world…or saving the planet” dipimpin oleh Professor Arlette
Laval, Profesor Makanan dan Obat-obatan Hewan di Nantes Atlantic Colllege of
Veterinary Medicine.

Diskusi ini memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang yang dihadapi
dalam produksi babi sebagaimana populasi yang terus meningkat seiring dengan
jumlah konsumsi daging. Dr Osler Desouzart, pemilik konsultasi OD di Brasil
menunjukkan kasus untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memberikan ‘Silent
Green Revolution’ guna mengatasi kesenjangan dalam akses untuk protein daging
berkualitas.

Dr Desouzart berujar, “Populasi di dunia diperkirakan akan terus tumbuh
hingga tahun 2100, tetapi dengan pertumbuhan yang fokus pada wilayah yang
dikembangkan di dunia ini, distribusi yang merata untuk persediaan makanan akan
menjadi amat penting.”

Dr Manfred J Kern dari agriExcellence GmbH di Jerman, meneliti kebutuhan
dalam menyeimbangkan dampak lingkungan dengan skala besar produksi babi.
Menurut Dr Kern, tantangan terbesar yang dihadapi oleh sektor ternak adalah
mencari cara untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca dan mengembangkan bentuk
baru dari ‘carbon conscious pork’ dengan jumlah karbon yang lebih
rendah.”Obat-obatan untuk hewan akan memainkan peran utama. tidak hanya dalam
memastikan bahwa kami dapat menjaga kesehatan dan daya tahan babi, tetapi juga
dalam membantu menjaga sumber daya dengan meminimalkan kerugian karena penyakit
maupun pandemik,” ungkap Dr Kern.

Harapan vaksin untuk Classical Swine Fever – Demam Klasik pada Babi

Bayer Animal Health juga mengambil peluang untuk lebih lanjut memberikan
informasi tentang pengembangan vaksin baru untuk Classical Swine Fever(CSF).
Poster ditampikan oleh Dr Maw-Shen dari National Chung Hsing University of
Taiwan, menunjukan hasil positif kemanjuran dan pencegahan penyebaran CSF.

Perubahan Produksi Ternak

“Kegiatan kami di IPVS adalah contoh yang luar biasa dari komitmen kami
dalam mengubah Produksi Ternak. Kami merasa bahwa seluruh peserta yang hadir
dalam acara kami sangat memahami tantangan yang akan dihadapi di masa depan,
tetapi dengan panduan yang terpercaya dan konkrit tentang apa yang dapat mereka
lakukan untuk melangkah dan memenuhi tantangan ini: membiarkan mereka tahu
bahwa kami adalah mitra dalam perjalanan ini,” ungkap Wolfgang Muller.

Tentang Bayer HealthCare

Bayer Group adalah perusahaan global dengan keahlian utama di bidang
perawatan kesehatan, gizi dan bahan-bahan berteknologi tinggi. Bayer
HealthCare, yang merupakan anak perusahaan Bayer AG dengan penjualan tahunan
sebesar EUR17,2 juta (2011), adalah salah satu perusahaan terkemuka dan
inovatif di dunia di bidang industri perawatan kesehatan dan produk medis yang
berbasis di Leverkusen, Jerman. Perusahaan ini memadukan aktivitas global dari
divisi Kesehatan Hewan, Perlindungan Konsumen, Perawatan Medis dan Farmasi.
Bayer HealthCare bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, memproduksi dan
memasarkan produk yang dapat meningkatkan kesehatan manusia dan hewan di
seluruh dunia. Bayer Healthcare memiliki tenaga kerja di seluruh dunia sebanyak
55.700 pekerja (31 Desember 2011) dan berada di lebih dari 100 negara. Untuk
informasi lebih lanjut kunjungi http://www.bayerhealthcare.com.

Dengan pendapatan sebesar EUR1,190 juta (2011), Divisi Kesehatan Hewan
Bayer HealthCare adalah salah satu produsen terkemuka di dunia obat-obatan
hewan. Divisi ini memproduksi dan memasarkan lebih dari 100 obat-obatan hewan
yang berbeda serta produk perawatan untuk hewan ternak dan sejenisnya.

Pernyataan Berwawasan Ke Depan

Rilis ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang berdasarkan asumsi
dan perkiraan saat ini yang dibuat oleh manajemen Bayer Group atau anak
perusahaannnya. Berbagai resiko yang diketahui maupun tidak diketahui,
ketidakpastian dan faktor lainnya dapat menyebabkan perbedaan materi antara
hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, perkembangan maupun kinerja
perusahaan dan perkiraan yang terdapat di sini. Berbagai faktor tersebut
mencakup hal-hal yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs
web Bayer di http://www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab dalam
hal apapun untuk memperbaharui pernyataan berwawasan ke depan atau menyesuaikan
dengan mereka untuk peristiwa dan perkembangan di masa depan.

Sumber: Bayer HealthCare


Bayer Animal Health Helps Swine Producers Feed the World

JEJU, South Korea, June 10, /PRNewswire-AsiaNet/ —

– Leading animal health company puts future of swine production on top of agenda at pivotal meeting

Bayer Animal Health used the occasion of the 22nd International Pig Veterinary Society (IPVS) Congress in Jeju, South Korea, to reveal the latest programme of activities aimed at transforming livestock production.

As part of their commitment to the advancement of knowledge in the livestockcommunity, Bayer Animal Health held the 4th International Bayer Pig Symposium in Jeju on June 10th, giving more than 200 veterinarians and swine producers from 19 countries access to the latest thinking on practical solutions to the problems raised by global changes. This was followed by a Satellite Symposium at the IPVS Congress with leading academic figures debating the future of swine production in a world of increasing consumption and decreasing natural resources.

Wolfgang Müller, Head of Global Marketing Farm Animal Products at Bayer Animal Health said “At Bayer Animal Health, we are acutely aware of the challenges facing the pig industry in the years to come: the need to deliver increased productivity in a cost-effective manner while preserving resources and protecting animal health and welfare are key issues. All parts of livestock community need to work together to meet these challenges. With these symposia and other events of their kind, we will continue to bring together local knowledge, science, innovation and global expertise to help the livestockcommunity to survive and thrive in these challenging times.”

Sharing local knowledge

The 4th International Bayer Pig Symposium, chaired by Dr Bent Nielsen, Representative of the Swine Veterinary Association of Denmark, focused on sharing local knowledge to deliver practical guidance for swine producers and vets seeking to improve swine welfare and production now and for the future.

The Symposium was opened by Dr Kees Scheepens from FarmulaOne in the Netherlands, who took the audience through the basics of the new Pig Signals(R) concept whilst Dr Joaquim Segalés from the Universitat Autònoma de Barcelona, Spain presented practical tips for designing swine vaccination programmes that maximise results while minimizing costs. Dr Kyoungjin Kim of the Pig and Health Vet Group in South Korea gave an update on the current state of Porcine Epidemic Diarrhoea (PED) in South Korea, showing mortality rates in suckling pigs were up to 100%. According to Dr Kim, a new trend is being seen in PED infections in South Korea, with lower rates of mortality (20-30% versus 80-100%) appearing in suckling piglets in the 2011/12 winter season. However Dr Kim stressed that prevention is key to controlling PED, with those applying bio-security concepts seeing reduced numbers of outbreaks.

Finally, Dr Anders Holm of the Odder Veterinary Practice in Denmark took the audience through his efforts to raise awareness of coccidiosis infection in China with a ‘lab-on-wheels’, developed by Bayer Animal Health. Dr Holm toured China giving swine producers previously unattainable access to laboratory facilities to assess the presence of coccidiosis on their farms. According to Dr Holm, “Pig producers in China are very interested in exchanging experiences with colleagues from abroad. I also believe that European producers could learn from Chinese colleagues, as costs of buildings are reduced and diseases not yet present in Europe are frequent in China.”

‘Feeding the world…or saving the planet?

At the Satellite Symposium on June 11th, the need for practical guidance on maximising production value was debated by 400 veterinarians and swine producers from around the world. Entitled ‘Feeding the world…or saving the planet?’ the lively debate was chaired by Professor Arlette Laval, Professor of Food Animal Medicine at Nantes Atlantic College of Veterinary Medicine.

The debate gave insights into the challenges and opportunities facing swine production as population growth continues along with meat consumption levels. Dr Osler Desouzart, owner of OD consulting in Brazil, presented the case for science and technology delivering a ‘Silent Green Revolution’ to address the inequalities in access to quality meat proteins.

Dr Desouzart said, “The world population is forecast to continue to grow until at least 2100, but with growth focussed in the least developed areas of the planet, fair distribution of food availability will become critical.”

Dr Manfred J Kern from agriExcellence GmbH in Germany, examined the need to balance environmental impact with large-scale pig production. According to Dr Kern, the greatest challenge being faced by the livestock sector will be in finding ways to minimise greenhouse gas emissions and develop a new form of ‘carbon conscious pork’ with a dramatically lower carbon footprint. “Veterinary medicines will play a key role, not only in ensuring that we can keep pigs healthy and thriving, but also in helping to safeguard resources by minimising losses to disease or pandemics” said Dr Kern.

Vaccine hope for Classical Swine Fever

Bayer Animal Health also took the opportunity to present further information on the development of their new vaccine for Classical Swine Fever (CSF). Posters presented by Dr Maw-Shen of the National Chung Hsing University of Taiwan, demonstrated positive efficacy results and prevention of horizontal transmission of CSF.

Transforming Livestock Production

“Our activities around IPVS are a great example of our Transforming Livestock Production commitment in action. We feel that all those who attended our events have taken away a greater understanding of the future challenges they will face, but with credible, concrete guidance on what they can do to step up and meet these challenges: letting them know that we are partners in this journey” said Wolfgang Müller.

About Bayer HealthCare

The Bayer Group is a global enterprise with core competencies in the fields of health care, nutrition and high-tech materials. Bayer HealthCare, a subgroup of Bayer AG with annual sales of EUR 17.2 billion (2011), is one of the world’s leading, innovative companies in the healthcare and medical products industry and is based in Leverkusen, Germany. The company combines the global activities of the Animal Health, Consumer Care, Medical Care and Pharmaceuticals divisions. Bayer HealthCare’s aim is to discover, develop, manufacture and market products that will improve human and animal health worldwide. Bayer HealthCare has a global workforce of 55,700 employees (Dec 31, 2011) and is represented in more than 100 countries. Find more information at http://www.bayerhealthcare.com.

With a turnover of EUR 1.190 million (2011) Bayer HealthCare’s Animal Health Division is one of the world’s leading manufacturers of veterinary drugs. The division manufactures and markets more than 100 different veterinary drugs and care products for livestock and companion animals.

Forward-Looking Statements

This release may contain forward-looking statements based on current assumptions and forecasts made by Bayer Group or subgroup management. Various known and unknown risks, uncertainties and other factors could lead to material differences between the actual future results, financial situation, development or performance of the company and the estimates given here. These factors include those discussed in Bayer’s public reports which are available on the Bayer website at http://www.bayer.com. The company assumes no liability whatsoever to update these forward-looking statements or to conform them tofuture events or developments.

SOURCE: Bayer HealthCare