Pertemuan Perdana Dewan Penasihat Asia GRE(R) Fokus pada Tren dalamPascasarjana dan Pendidikan Bisnis di Asia

AsiaNet 49721

PRINCETON, N.J., 19 Juni 2012 /PRNewswire-AsiaNet/ —

Pemimpin terkemuka pendidikan tinggi yang mewakili universitas dan
organisasi dari 10 negara di seluruh Asia bertemu dengan para pejabat dari
Educational Testing Service (ETS) dan perwakilan dari Dewan GRE(R) untuk
menghadiri pertemuan perdana Dewan Penasihat Asia – Asia Advisory Council (AAC)
GRE(R). Pertemuan tersebut diselenggarakan pada pertengahan bulan Mei oleh
Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) di Seoul, Korea.
Dewan yang baru terbentuk ini menasihati Dewan GRE mengenai berbagai hal yang
berkaitan dengan pendidikan pascasarjana di Asia, dan merupakan dewan penasihat
GRE kedua yang akan dibentuk di luar Amerika Serikat, lembaga pertama adalah
Dewan Penasihat Eropa.

(Logo: http://photos.prnewswire.com/prnh/20120110/DC33419LOGO)

“Arus mahasiswa pascasarjana ke dan dari Asia akan menjadi lebih
signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Oleh karena itu, pembentukan Dewan
Penasihat Asia GRE(R) tepat waktu,” kata Tan Eng Chye, Wakil Presiden (Bidang
Akademik) dan Provost, National University of Singapore. “Dewan ini, yang
terdiri dari para pemikir dan penggerak penting dalam pendidikan pascasarjana
di Asia, dan pertemuan di Seoul telah memberi saya tren, perbedaan dan praktik
terbaik di berbagai negara Asia.”

AAC GRE bertujuan memberi perwakilan pendidikan tinggi dari Asia saluran
formal untuk berbagi informasi dan memberikan perspektif mereka kepada Dewan
GRE. Ini akan memungkinkan program GRE meningkatkan aktivitas dan komunikasi
usahanya dengan komunitas pendidikan tinggi di Asia. Dewan GRE mewakili
komunitas pascasarjana dan merupakan badan independen yang menetapkan kebijakan
untuk program pengujian GRE, yang dikelola oleh ETS. Dewan tersebut mengawasi
ujian, pelayanan dan penelitian GRE melalui konsultasi dengan komitenya.

“Karena Program GRE terus berupaya memenuhi kebutuhan lembaga dan
organisasi pendidikan di Asia dan di seluruh dunia, membentuk Dewan Penasihat
Asia merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan ini,” ujar David Payne,
Wakil Presiden dan Chief Operating Officer Divisi Pendidikan Tinggi ETS. “Dewan
Penasihat Asia memberikan wawasan tentang peluang dan tantangan yang tengah
dihadapi lulusan dan sekolah tinggi bisnis di Asia, sehingga memungkinkan ETS
dan Program GRE memperluas dukungan atas kebutuhan penilaian program ini.”

Pertemuan pertama AAC difokuskan pada tren utama dalam pascasarjana dan
pendidikan bisnis serta peran penilaian di sektor ini. “Presentasi dari
berbagai universitas di Asia sangat informatif dan merangsang,” ungkap Sinn-wen
Chen, Wakil Presiden Bidang Akademik, National Tsing Hua University. “Banyak
departemen dan lembaga di universitas kami menggunakan skor GRE dalam proses
penerimaan mereka. Dengan mahasiswa internasional dari begitu banyak kawasan di
dunia, ujian GRE berfungsi sebagai alat evaluasi yang sangat nyaman dan
mendasar untuk memilih mahasiswa.”

AAC GRE akan bertemu kembali di Asia pada tahun 2013. Untuk informasi
lebih lanjut, hubungi gre-asia@etsglobal.org.

Tentang ETS
Di ETS, kami memajukan kualitas dan kesetaraan dalam pendidikan bagi orang
di seluruh dunia dengan membuat penilaian berdasarkan penelitian ketat. ETS
melayani individu, lembaga pendidikan dan lembaga pemerintah dengan menyediakan
solusi khusus untuk sertifikasi guru, pembelajaran bahasa Inggris, dan
pendidikan dasar, menengah dan pasca-sekolah menengah, serta melakukan
penelitian pendidikan, analisis dan studi kebijakan. ETS, yang didirikan
sebagai lembaga nirlaba pada tahun 1947, mengembangkan, mengelola dan menilai
lebih dari 50 juta ujian tiap tahun – termasuk tes TOEFL(R) dan TOEIC(R), tes
GRE(R) dan penilaian Praxis Series(TM) – di lebih dari 180 negara, di lebih
dari 9.000 lokasi di seluruh dunia.

SUMBER: Educational Testing Service

KONTAK: Christine Betaneli
+1-609-683-2676
mediacontacts@ets.org


Inaugural Meeting of the GRE(R) Asia Advisory Council Focuses on Trends in Graduate and Business Education in Asia

PRINCETON, N.J., June 19, 2012 /PRNewswire-AsiaNet/ —

Prominent higher education leaders representing universities and organizations from 10 countries across Asia met with officials from Educational Testing Service (ETS) and representatives from the GRE(R) Board for the inaugural meeting of the GRE(R) Asia Advisory Council (AAC). The gathering was hosted in mid-May by the Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) in Seoul, Korea. The newly formed council is advising the GRE Board on matters related to postgraduate education in Asia, and is the second GRE advisory council to be formed outside of the United States, the first being the European Advisory Council.

(Logo: http://photos.prnewswire.com/prnh/20120110/DC33419LOGO)

“The flow of graduate students into and out of Asia will become more significant in the years to come. The formation of the GRE(R) Asia Advisory Council is therefore timely,” said Tan Eng Chye, Deputy President (Academic Affairs) and Provost, National University of Singapore. “The council, comprised of key thinkers and movers in graduate education in Asia, and the meeting in Seoul have exposed me to the trends, differences and best practices in the various Asian countries.”

The GRE AAC is designed to give higher education representatives from Asia a formal channel to share information and provide their perspective to the GRE Board. This will enable the GRE program to enhance its business activities and communication with the higher education community in Asia. The GRE Board represents the graduate community and is an independent body that establishes policies for the GRE testing program, administered by ETS. The board oversees GRE tests, services and research in consultation with its committees.

“As the GRE Program continues efforts to meet the needs of institutions and educational organizations in Asia and around the world, forming the Asia Advisory Council is a critical step toward achieving this goal,” said David Payne, Vice President and Chief Operating Officer of ETS’s Higher Education Division. “The Asia Advisory Council provides insight regarding the opportunities and challenges graduate and business schools in Asia are being faced with, allowing ETS and the GRE Program to expand support of the assessment needs of these programs.”

The first meeting of the AAC focused on the major trends in graduate and business education and the role of assessments in this sector. “The presentations from different Asian universities were very informative and stimulating,” said Sinn-wen Chen, Vice President for Academic Affairs, National Tsing Hua University. “Many departments and institutes in our university use GRE scores in their admission processes. With international students from so many different regions in the world, the GRE test serves as a very convenient and basic evaluation tool for selecting students.”

The GRE AAC will meet again in Asia in 2013. For more information, contact gre-asia@etsglobal.org.

About ETS
At ETS, we advance quality and equity in education for people worldwide by creating assessments based on rigorous research. ETS serves individuals, educational institutions and government agencies by providing customized solutions for teacher certification, English language learning, and elementary, secondary and post-secondary education, as well as conducting education research, analysis and policy studies. Founded as a nonprofit in 1947, ETS develops, administers and scores more than 50 million tests annually – including the TOEFL(R) and TOEIC(R) tests, the GRE(R) tests and The Praxis Series(TM) assessments – in more than 180 countries, at over 9,000 locations worldwide.

SOURCE: Educational Testing Service

CONTACT: Christine Betaneli
+1-609-683-2676
mediacontacts@ets.org