Sekjen PBB Ban Ki-Moon Menjanjikan Dukungan Penuh kepada Qatar untuk MembentukGlobal Dry Land Alliance (GDLA)

AsiaNet 49816

RIO DE JANEIRO, 24 Juni 2012 /PRNewswire-AsiaNet/ —

— Panel pemimpin global berkumpul di Qatar National Pavilion di KTT PBB
Rio+20 tentang Pembangunan Berkelanjutan untuk membahas keamanan pangan di
negara kering

“Kami ingin mengatakan bahwa kita hidup di dunia yang berkesinambungan,
tetapi kita tidak bisa mengakui hal ini saat kita masih memiliki satu miliar
orang yang kelaparan. Memberantas kelaparan adalah prioritas utama bagi PBB.
Oleh karena itu saya ingin mengucapkan selamat kepada Qatar atas
kepemimpinannya dalam mengubah situasi ini melalui dibentuknya Global Dry Land
Alliance (GDLA). “Dengan pernyataan penting tersebut, hari ini Sekjen PBB Ban
Ki-Moon mengungkapkan hal itu pada hari terakhir diskusi di Rio pada Forum
Berkelanjutan Qatar.

(Foto: http://photos.prnewswire.com/prnh/20120623/SP29562 )

Sekjen bergabung dengan para pemimpin dunia lainnya pada diskusi panel
tentang “Partnering for Food Security: the Global Dry Land Alliance (GDLA).”
Panel ini digelar oleh GDLA, aliansi dari negara-negara kering bekerjasama
dalam mengatasi masalah keamanan pangan.

Panel ini dihadiri oleh Yang Mulia Abdullah bin Hamad Al-Attiyah, Kepala
Pengawasan Administratif dan Otoritas Transparansi Qatar dan Ketua Delegasi
Qatar untuk KTT PBB Rio+20 tentang Pembangunan Berkelanjutan, HE Nasser bin
Abdulaziz Al-Nasser, Presiden Majelis Umum PBB.

“Salah satu tujuan utama PBB adalah untuk memberikan pangan bagi penduduk
dunia,” kata Sekjen. “Saat ini, sepertiga pangan yang diproduksi di planet ini
telah terbuang. Ini berarti bahwa kita memiliki cukup makanan, tetapi sistem
yang ada tidak dapat memastikan bahwa makanan tersebut dapat menjangkau setiap
orang.”

Yang Mulia Fahad bin Mohammed Al-Attiya, Presiden Eksekutif Qatar National
Food Security Programme, memimpin diskusi tentang keamanan pangan dengan
menyoroti komitmen Qatar dalam membuat rencana induk (master plan) untuk energi
terbarukan, pengelolaan air dan pertanian berkelanjutan serta mengajak negara
lain untuk berpartisipasi dalam upaya kolaboratif guna mengatasi masalah pangan
global. “Qatar berkomitmen untuk melakukan lebih dari sekedar mengatasi masalah
keamanan pangan dan air,” ujar Ketua Al-Attiya. “Kami bangga dapat bergabung
dengan berbagai negara di seluruh dunia untuk berbagi penelitian, praktek
terbaik dan sumber daya pada aliansi resmi negara-negara bagian yang kering.

Yang bergabung dengan beliau di acara Qatar Pavilion di Rio+20 adalah
mayoritas orang Qatar dan pemimpin dunia seperti Direktur dan Duta Besar Negara
Qatar Yang Mulia Bader Al-Dafa; Mantan Presiden Pemerintah Spanyol Jose Luis
Rodrigues Zapatero; Penasehat Diplomatik Senior untuk GDLA Bapak Miguel
Moratinos; Direktur Food and Agriculture (FAO) PBB Parviz Koohafkan; Direktur
Eksekutif World Food Programme Ertharin Cousin; Kepala Strategi Pengembangan
untuk International Fund for Agricultural Development (IFAD) Bapak Carlos Sere.

Wilayah kering, yang mencakup sekitar 40 persen permukaan dunia, adalah
tempat tinggal bagi dua miliar penduduk. Program GDLA akan mengatasi tantangan
yang dihadapi bangsa tersebut. “Misi kami adalah untuk mengembangkan kemampuan
guna mencapai keamanan pangan di wilayah kering dan juga berbagi teknologi
dengan negara-negara yang kurang berkembang,” tegas Duta Besar Bader Al-Dafa.

Lebih dari 10 persen wilayah ini mengalami dampak dari aktivitas manusia,
menyebabkan erosi tanah subur, kekurangan air yang semakin meningkat,
salinisasi, penggurunan dan hilangnya keanekaragaman hayati. Di negara-negara
ini, masalah keamanan pangan semakin meningkat, dengan strategi berkelanjutan
yang terpadu untuk pertanian dan kesadaran dalam menggunakan air yang cukup
banyak. “Kita harus memproduksi makanan dengan tetap menghargai lingkungan,
kita harus belajar dari alam untuk melestarikannya,” ujar mantan Presiden
Pemerintah Spanyol, Jose Luis Rodriges Zapatero. “Saya memuji Negara Qatar atas
kepemimpinan mereka tentang masalah penduduk di wilayah kering yang harus
dilakukan secera bersama-sama guna mengatasi keamanan pangan dan Qatar telah
mengambil langkah penting dengan memberikan sumber daya untuk memulai segala
sesuatunya.” tambah Zapatero.

Menutup presentasi panel, Miguel Moratinos, Penasehat Diplomatik Senior
GDLA, menekankan peran yang harus dimainkan oleh GDLA pada masyarakat global
dalam memerangi ancaman abad ke-21 dengan cara baru yang inovatif. “GDLA
merupakan kontribusi kami untuk mengurangi masalah kelaparan dan mengatasi
kekurangan air.”

Tentang Global Dry Land Alliance (GDLA)

GDLA adalah upaya kolaboratif yang dilakukan oleh negara-negara yang
terkena dampak dari tantangan lahan kering ini. Aliansi yang berbasis
perjanjian ini dibentuk untuk memerangi ancaman ketidakamanan pangan,
menciptakan solusi untuk masalah keamanan pangan pada umumnya dan saling
memberikan bantuan saat dibutuhkan. Untuk mengantisipasi dalam berbagi wawasan
dan praktek terbaik dengan penduduk yang menderita kelaparan dan kemiskinan,
GDLA terlibat dalam penelitian gabungan dan inovasi teknologi; pendanaan
langsung bagi organisasi untuk penelitian gabungan dan implementasi program;
meningkatkan kebijakan dan perencanaan keamanan pangan; mengurangi
ketidakamanan pangan bagi anggota; serta menciptakan kemampuan respon terhadap
krisis pangan. Aliansi ini diprakarsai oleh Yang Mulia Pewaris Tahta Qatar
Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani melalui Qatar National Food Security Programme.

SUMBER: Qatar Nacional Food Security Programme

KONTAK: Mariana Magalhae
+55-21-81217175
mariana.pinheiro@fsb.com.br

Tautan lampiran foto:
http://asianetnews.net/view-attachment?attach-id=216801


UN Secretary General Ban Ki-Moon pledges full support to Qatar for establishing the Global Dry Land Alliance (GDLA)

RIO DE JANEIRO, June 24, 2012 /PRNewswire-AsiaNet/ —

— Panel of global leaders gather in Qatar National Pavilion at Rio+20 UN Conference on Sustainable Development to discuss food security in dry land nations

“We want to say that we live in a sustainable world, but we cannot claim this when we have one billion starving people. Eradicating hunger is a top priority for the United Nations. So I would like to congratulate Qatar for its leadership in changing this situation through establishing the Global Dry Land Alliance (GDLA).” With this important statement, Secretary General of the United Nations Ban Ki-Moon today set the tone for the last day of discussions in Rio at the Qatar Sustainability Forum.

(Photo: http://photos.prnewswire.com/prnh/20120623/SP29562 )

The Secretary General joined other world leaders in a panel discussion on “Partnering for Food Security: the Global Dry Land Alliance (GDLA).” The panel was hosted by the GDLA, an alliance of dry land nations collaborating on food security issues.

The Panel was attended by His Excellency Abdullah bin Hamad Al-Attiyah, Chairman of the Qatar Administrative Control and Transparency Authority and head of Qatar’s delegation to the Rio+20 UN Conference on Sustainable Development, HE Dr. Khaled bin Mohammed Al-Attiya, Minister of State of Foreign Affairs and HE Nasser bin Abdulaziz Al-Nasser, President of the General Assembly of the United Nations.

“One of the key objectives of the UN is to feed the world’s population,” said the Secretary General. “At the moment, one-third of the food produced in the planet is wasted. This means that we have enough food, but the system is unable to ensure it reaches everyone.”

His Excellency Fahad bin Mohammed Al-Attiya, Executive Chairman of the Qatar National Food Security Programme, led the day’s discussion on food security by outlining Qatar’s commitment to a master plan for renewable energy, water management and sustainable agriculture and called on other nations to participate in a collaborative effort for addressing global food concerns. “Qatar is committed to doing more than simply addressing our own food and water security concerns,” said Chairman Al-Attiya. “We are proud to join with nations from around the world to share research, best practices and resources in a formal alliance of dry land states.”

Joining him on the stage of the Qatar Pavilion at Rio+20 were major Qatari and world leaders such as the GDLA Director and Ambassador of the State of Qatar His Excellency Bader Al-Dafa; former president of the Government of Spain Jose Luis Rodrigues Zapatero; Senior Diplomatic Advisor to the GDLA Mr. Miguel Moratinos; UN Food and Agriculture Organization (FAO) Director Parviz Koohafkan; World Food Programme Executive Director Ertharin Cousin; Chief Development Strategist for the International Fund for Agricultural Development (IFAD) Mr. Carlos Sere.

Covering some 40 percent of the world’s surface, dry land areas are home to two billion people. The GDLA programs will address the challenges that face these nations. “Our mission is to develop capabilities to achieve food security in dry land areas and also share technology with the less developed countries,” stressed Ambassador Bader Al-Dafa.

More than 10 percent of these areas suffer from the effects of human activities, resulting in the erosion of arable land, rising water shortages, salinization, desertification and loss of biodiversity. In these countries, concerns about food security are on the rise, with sustainable integrated strategies for agriculture and heightened water usage awareness. “We must produce food while respecting the environment, we must learn from Nature in order to preserve it,” said former President of the Government of Spain, Jose Luis Rodrigues Zapatero. “I commend the State of Qatar for their leadership on this issue Dry land nations must come together to address food security and Qatar has taken an important step by dedicating resources to get things started,” added Zapatero.

Concluding the panel presentation, Miguel Moratinos, the Senior Diplomatic Advisor of the GDLA, emphasized the role to be played by the GDLA in global society in combating the threats of the 21st century by new innovative means. “The GDLA is our contribution to mitigating hunger and addressing water shortages.”

About the Global Dry Land Alliance (GDLA)

The GDLA is a collaborative undertaking by countries severely affected by dry land challenges. The treaty-based alliance is designed to combat the threat of food insecurity, create solutions to common food security problems, and provide mutual assistance in times of extraordinary need. In anticipation of sharing knowledge and best practices with populations suffering from hunger and poverty, the GDLA will engage in joint research and technological innovation; direct funding to existing organizations for specified research and program implementation; improve members’ food security policies and planning; mitigate members’ food security vulnerabilities; and create food crisis response capabilities. The alliance was initiated by His Highness the Heir Apparent of Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani through the Qatar National Food Security Programme.

SOURCE: Qatar Nacional Food Security Programme

CONTACT: Mariana Magalhae
+55-21-81217175
mariana.pinheiro@fsb.com.br

Image Attachments Links:
http://asianetnews.net/view-attachment?attach-id=216801