Philip Morris Limited Mengomentari Putusan Pengadilan Tinggi Australia mengenai KemasanPolos Produk Tembakau

AsiaNet 50339

MELBOURNE, 15 Agustus 2012 /Medianet International-AsiaNet/–

Pengadilan Tinggi Australia hari ini memutuskan untuk mendukung pemerintah
dalam menghadapi tantangan dari perusahaan rokok yang menemukan bahwa
undang-undang kemasan polos tidak melanggar Konstitusi Australia. Isu penting
sebelum pengadilan itu adalah apakah, menurut Konstitusi tersebut, kemasan
polos merupakan ‘akuisisi properti’, yang mencakup manfaat yang sesuai untuk
pemerintah.

Pengadilan itu hari ini mengumumkan putusannya tetapi belum mengumumkan
opininya mengenai kasus ini.

Mengomentari putusan hari ini, juru bicara PML Chris Argent berkata, “kami
harus menunggu untuk membaca opini pengadilan yang menilai sepenuhnya keputusan
saat ini. Bagaimanapun juga, legalitas kemasan polos, termasuk apakah Australia
harus membayar kompensasi dalam jumlah yang cukup besar kepada Philip Morris
Asia, tetap merupakan isu dan akan dipertimbangkan dalam tantangan hukum lain
yang sedang berlangsung.”

Tiga negara telah menantang Australia di hadapan World Trade Organization
(WTO) atas undang-undang kemasan polos karena bertentangan dengan kewajiban
Australia sebagai anggota WTO. Philip Morris Asia (PMA) juga menggugat
Australia atas beberapa pelanggaran Bilateral Investment Treaty (BIT)-nya
dengan Hong Kong. Perusahaan ini mengharapkan keputusan dalam kasus ini dalam
waktu dua sampai tiga tahun. Dalam arti luas, tantangan WTO dan BIT akan
meneliti sejumlah isu, termasuk:

– Apakah ada bukti yang dapat dipercaya bahwa kemasan polos akan efektif
mengurangi tingkat merokok
– Apakah ada alternatif yang efektif dan kurang membatasi yang malah dapat
dilaksanakan Australia
– Apakah kemasan polos melanggar kawajiban perdagangan dan perjanjian
internasional Australia
– Apakah pemerintah Australia harus membayar kompensasi kepada PMA

Putusan Pengadilan Tinggi saat ini tidak memiliki dukungan hukum atas
kasus internasional ini atau yurisdiksi lain.

“Kami percaya bahwa kasus perjanjian investasi Philip Morris Asia dan
tantangan WTO kuat. Dengan demikian, masih ada jalan panjang sebelum semua
pertanyaan hukum tentang kemasan polos dieksplorasi dan dijawab sepenuhnya,”
tambah juru bicara PML Chris Argent.

Per 1 Desember 2012, semua produk tembakau yang dijual eceran harus dalam
kemasan polos.

Tentang Philip Morris International Inc. (PMI)
Philip Morris International Inc. (PMI) adalah perusahaan tembakau
internasional terkemuka, dengan tujuh dari 15 merek internasional top dunia,
termasuk Marlboro, merek rokok nomor satu di seluruh dunia. Produk PMI dijual
di sekitar 180 negara. Pada tahun 2011, perusahaan ini meraih sekira 16,0%
pangsa pasar rokok internasional keseluruhan di luar AS, atau 28,1% tidak
termasuk Republik Rakyat China dan Amerika Serikat. Untuk informasi lebih
lanjut, lihat www.pmi.com.

Tentang Philip Morris Limited (PML)
Philip Morris Limited (PML) mulai beroperasi di Australia pada tahun 1954
dan memiliki sekitar 700 karyawan. Perusahaan ini, yang berbasis di Melbourne,
memproduksi dan menjual sejumlah merek terkenal, termasuk Marlboro, Alpine,
Longbeach, Peter Jackson, choice dan GT. Pada tahun 2011, PML meraih sekira
37,5% pangsa pasar rokok Australia.

Kontak:
Untuk pertanyaan di Australia
Chris Argent
Philip Morris Limited
Nomor telepon: +61 (0)3 8531 1054
caa@pmi.com

Untuk pertanyaan internasional
Philip Morris International Press Office
Lausanne, Swiss (Waktu Eropa Tengah (GMT +1))
Nomor telepon: +41 (0)58 242 45 00
media@pmi.com

SUMBER: Philip Morris Limited


Philip Morris Limited Comments on Australian High Court Decision on Plain Packaging for Tobacco Products

MELBOURNE, Aug 15, 2012/Medianet International-AsiaNet/–

The Australian High Court today ruled in favor of the government in the challenges brought by tobacco companies finding that the plain packaging legislation did not violate the Australian Constitution. The key issue before the court was whether, under the Constitution, plain packaging is an ‘acquisition of property’, which includes a corresponding benefit to the government.

The court today announced its ruling but has not yet published its opinion on the case.

Commenting on today’s ruling, PML spokesperson Chris Argent said, “we will have to wait to read the court’s opinion to fully assess today’s decision. Regardless, the legality of plain packaging, including whether Australia will have to pay substantial compensation to Philip Morris Asia, remains at issue and will be considered in other ongoing legal challenges.”

Three countries have already challenged Australia before the World Trade Organization (WTO) over the plain packaging legislation as contrary to Australia’s obligations as a WTO member. Philip Morris Asia (PMA) is also suing Australia for multiple breaches of its Bilateral Investment Treaty (BIT) with Hong Kong. The company expects decisions in these cases within two to three years. In broad terms, the WTO and BIT challenges will examine a number of issues, including:

– Whether there is any reliable evidence that plain packaging will be effective at reducing smoking rates
– Whether there are effective, less restrictive alternatives that Australia could have implemented instead
– Whether plain packaging breaches Australia’s international trade and treaty obligations
– Whether the Australian government will need to pay compensation to PMA

Today’s High Court ruling has no legal bearing on these international cases or on other jurisdictions.

“We believe that Philip Morris Asia’s investment treaty case and the WTO challenges are strong. As such, there is still a long way to go before all the legal questions about plain packaging are fully explored and answered.” added PML spokesperson Chris Argent.

As of 1 December 2012, all tobacco products sold at retail must be in plain packaging.

About Philip Morris International Inc. (PMI)
Philip Morris International Inc. (PMI) is the leading international tobacco company, with seven of the world’s top 15 international brands, including Marlboro, the number one cigarette brand worldwide. PMI’s products are sold in approximately 180 countries. In 2011, the company held an estimated 16.0% share of the total international cigarette market outside of the U.S., or 28.1% excluding the People’s Republic of China and the U.S. For more information, see www.pmi.com.

About Philip Morris Limited (PML)
Philip Morris Limited (PML) began operations in Australia in 1954 and has approximately 700 employees. Based in Melbourne, the company manufactures and sells a number of well-known brands, including Marlboro, Alpine, Longbeach, Peter Jackson, choice and GT. In 2011, PML held an estimated 37.5% share of the Australian cigarette market.

Contact:
For inquiries in Australia
Chris Argent
Philip Morris Limited
Telephone number: +61 (0)3 8531 1054
caa@pmi.com

For international inquiries
Philip Morris International Press Office
Lausanne, Switzerland (Central European Time (GMT +1))
Telephone number: +41 (0)58 242 45 00
media@pmi.com

SOURCE: Philip Morris Limited