Kelompok Lingkungan Hidup Barat Mengganggu Pemulihan Ekonomi, MeningkatkanBiaya yang Ditanggung oleh Produsen Pulp dan Kayu

AsiaNet 50620

HONG KONG, 12 September 2012 /Medianet-International-Asianet/ —

Kelompok pro-pembangunan mengatakan para pegiat ingin lebih banyak ‘pita
hijau’ yang akan menekan marjin dan mematikan pertumbuhan

LSM yang pro-pembangunan World Growth telah menyampaikan teguran keras
mengenai kebijakan yang didukung oleh organisasi lingkungan hidup seperti WWF
dan Greenpeace yang ingin membebankan biaya yang lebih tinggi pada produsen
pulp dan pengelola hutan pada saat ekonomi global sedang lemah dan pasar
komoditas rapuh.

Duta Besar Ketua World Growth Alan Oxley mengatakan bahwa kampanye oleh
LSM Lingkungan Hidup bertujuan agar perusahaan mengadopsi standar sertifikasi
yang mereka dukung, mengancam akan menaikkan harga ketika pasar pulp dan kayu
tengah berjuang.

Duta Besar Oxley membuat pernyataan berikut pada acara industri pulp dan
kertas di Hong Kong hari ini smbil meluncurkan laporan baru mengenai dampak
kebijakan Barat tentang kehutanan di negara berkembang.

“Produsen pulp dan kayu tengah berjuang dengan kejatuhan harga. Marjin
untuk produsen pulp dan kayu sedang ditekan. Produsen kertas dihadapkan dengan
permintaan datar yang dapat menyebar dari AS dan Uni Eropa ke pasar negara
berkembang.”

“Respon dari Greenpeace dan WWF terhadap badai ekonomi ini adalah
membebankan biaya yang lebih tinggi pada perusahaan di sektor kehutanan, pulp
dan kertas.”

“Mereka meminta perusahaan untuk membayar secara efektif dukungan
keberlanjutan terlalu mahal mereka yang dikenal sebagai sertifikasi Forest
Stewardship Council (FSC).”

“Sedikit sekali eksportir di pasar ekspor utama mampu membayar cap
persetujuan Greenpeace. Rimbawan berskala kecil bahkan kurang mampu memperoleh
sertifikasi FSC.”

“Langkah-langkah ini akan merugikan industri kehutanan di negara
berkembang.”

“Pendukung FSC mengklaim bahwa itu merupakan ‘standar terbaik’ bagi
sertifikasi hutan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.”

“Namun, laporan baru kami menunjukkan bahwa FSC penuh dengan kelemahan
tata kelola dan kurang transparan. Ia memiliki bias terhadap produsen
komoditas, terutama di pasar negara berkembang.”

“Analisa menunjukkan bahwa upaya memaksakan jenis tindakan ini pada
negara-negara pengekspor akan berdampak besar terhadap ekonomi, termasuk
penurunan nilai tambah hampir 9 persen dan penurunan lapangan kerja di sektor
kehutanan sekitar 12 persen.”

“Ini merupakan cara untuk menginspirasi pemulihan ekonomi.”

Baca laporan baru World Growth di sini:
http://worldgrowth.org/site/wp-content/uploads/2012/09/WG_FSC_SEP12.pdf

Untuk menghubungi World Growth:
email: info@worldgrowth.org
atau telepon +61 3 9614 0411

SUMBER: World Growth


Western Green Groups Undermining Economic Recovery, Raising Costs for Pulp and Timber Producers

HONG KONG, Sept. 12, 2012 /Medianet-International-Asianet/ —

Pro-development group says campaigners want more ‘green tape’ that will squeeze margins and kill growth

Pro-development NGO World Growth has delivered a stinging rebuke of policies backed by environmental organisations such as WWF and Greenpeace that want to impose higher costs on pulp producers and forest operators at a time when the global economy is weak and commodity markets are fragile.

World Growth Chairman Ambassador Alan Oxley says that campaigns by Green NGOs aimed at having companies adopt certification standards they endorse, threaten to raise costs when pulp and timber markets are struggling.

Ambassador Oxley made the following remarks at a pulp and paper industry event in Hong Kong today while launching a new report on the impact of Western policies on forestry in developing countries.

“Pulp and timber producers are struggling with a slump in prices. Margins are being squeezed for pulp and timber producers. Paper producers are faced with flat demand that may spread from the US and EU to emerging markets.”

“The response of Greenpeace and WWF to this economic storm is to impose higher costs on businesses in the forest, pulp and paper sector.”

“They are calling on businesses to effectively pay for their overly-expensive sustainability endorsement known as the Forest Stewardship Council (FSC) certification.”

“Very few exporters in key exporting markets can afford to pay for Greenpeace’s seal of approval. Smallholder foresters are even less able to afford FSC certification.”

“These measures will adversely affect forest industries in developing countries.”

“FSC’s supporters claim that it is the ‘gold standard’ for forest certification and that it supports sustainable development.”

“However, our new report shows that FSC is riddled with governance flaws and lacks transparency. It has a bias against commodity producers, particularly in emerging markets.”

“Analysis has shown that imposing these types of measures on exporting nations will have a significant economic impact, including a drop in value-added of almost 9 per cent and a drop in employment in the forestry sector of around 12 per cent.”

“This is no way to inspire an economic recovery.”

Read the new World Growth report here: http://worldgrowth.org/site/wp-content/uploads/2012/09/WG_FSC_SEP12.pdf

To contact World Growth:
email: info@worldgrowth.org
or phone +61 3 9614 0411

SOURCE: World Growth