China-ASEAN Monetary Index diterbitkan di Nanning

AsiaNet 62921

NANNING, Tiongkok, 18 Desember 2015 /Xinhua-AsiaNet/ —

China Finance Corporate dan Pemkot Nanning menerbitkan China-ASEAN Monetary
Index (CAMI) pertama pada Selasa di Nanning, ibukota Guangxi Zhuang Autonomous
Region in Tiongkok Selatan. Menurut indeks ini, mata uang Tiongkok yakni yuan,
atau Renminbi, telah menguat lebih cepat dari mata uang negara-negara ASEAN,
dan kurs tukarnya juga lebih cepat dari apresiasi Dolar AS terhadap mata uang
negara-negara ASEAN.

CAMI merupakan representasi komprehensif fluktuasi kurs tukar uang antara
Renminbi dan mata uang negara-negara ASEAN berdasarkan data kurs tukar mata
uang utama serta perdagangan antara Tiongkok dan negara ASEAN. Indeks ini akan
memberikan basis referensi kurs tukar yang efisien untuk China-Asean Free Trade
Area (CAFTA) serta mempromosikan kerjasama di bidang moneter dan finansial.

Seiring dengan permintaan pasar yang meningkat pesat, kurs tukar menjadi isu
penting CAFTA. Pertumbuhan pesat kepemilikan aset-aset terdenominasi yuan di
luar negeri dan penggunaan Renminbi dalam pembayaran lintas batas kemungkinan
akan mengurangi biaya kurs tukar dalam jangka panjang. Program CAMI ini tidak
hanya akan memainkan peran penting dalam internasionalisasi Renminbi, tapi juga
akan memfasilitasi perdagangan regional dan investasi antara Tiongkok dan ASEAN.

Menurut ketentuan yang mengatur indeks ini, CAMI menetapkan 19 Agustus 2010
sebagai tanggal dimulainya program tersebut dan 100 sebagai poin awalnya. Mata
uang dari sepuluh negara anggota ASEAN diikutsertaan dan nilai masing-masing
mata uang dikalkulasi melalui metode penilaian dagang bilateral. Dengan
mempertimbangkan stabilitas dan komparabilitas indeks ini, nilai masing-masing
mata uang akan disesuaikan setiap tiga tahun.

CAMI pada 14 Desember 2015 ditetapkan 135,82 poin, naik 35,82 dibandingkan
dengan poin awal, yang berarti bahwa Renminbi menguat terhadap mata uang
negara-negara ASEAN, di mana Ringgit Malaysia, Dolar Singapura, Baht Thailand,
Rupiah Indonesia, Dong Vietnam, dan Peso Filipina merupakan yang paling berpengaruh
dalam tren indeks tersebut.

Sumber: Nanning Municipal Bureau of News


China-ASEAN Monetary Index Issued in Nanning

NANNING, China, Dec. 18, 2015 (Antara/Xinhua-AsiaNet) —

China Finance Corporate and Nanning Municipal jointly issued their first China-ASEAN Monetary Index (CAMI) on Tuesday in Nanning, capital city of Guangxi Zhuang Autonomous Region in Southern China. According to the index, the Chinese currency yuan, or Renminbi, has appreciated faster than that of ASEAN countries, and the rate is also faster than the appreciation of U.S. Dollar against ASEAN countries’ currency.

CAMI is a comprehensive representation of the fluctuation of monetary exchange rate between Renminbi and currencies of ASEAN countries based on the data of monetary exchange rates of major currencies and trade between China and ASEAN countries. The index will provide efficient reference basis on monetary exchange for China-Asean Free Trade Area (CAFTA) and promote monetary and financial cooperation.

With the rapid increase of market demand, currency exchange rate has been a key issue of CAFTA. Rapid growth in foreign holdings of yuan-denominated assets and use of the Renminbi in cross-border payments will likely reduce currency exchange costs over the long term. The CAMI program will not only play a crucial role in the internationalization of Renminbi, it will also facilitate regional trade and investment between China and the ASEAN.

According to the rules governing the index, CAMI took 19th August 2010 as the starting date and 100 as the starting point. Currencies from ten Asean member states are included in the currency basket and the weight of each currency is calculated through bilateral trade weighting method. In consideration of the stability and comparability of the index, the weight of each currency will be adjusted every three years.

The CAMI of 14th December 2015 is 135.82 point, which rises 35.82 compared to the starting point, which indicates that Renminbi is appreciating to the Asean countries currencies, among which the Malaysian Ringgit, the Singapore Dollar, THB, the Indonesian Rupiah, the VND, and the Philippine Peso are the most influential in the trend of the index.

Source: Nanning Municipal Bureau of News